Categories: Riau

Ingatkan Gubernur Dampak ke Postur APBD

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau kembali mengingatkan Gubernur Riau Drs H Syamsuar soal rencana peminjaman melalui Program Ekonomi Nasional (PEN). Sebab, pinjaman dengan nilai kurang lebih Rp2,5 triliun itu dikhawatirkan bakal mengancam kebutuhan pada postur APBD tahun berikutnya.

Maka dari itu, dewan berpesan agar gubernur kembali melakukan peninjauan ulang keinginannya tersebut, dan membuat perhitungan yang lebih matang.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi PAN DPRD Riau Zulfi Mursal kepada Riau Pos, Selasa (12/1).

Dikatakan Zulfi, pembangunan infrastruktur memang sangat dibutuhkan oleh daerah saat ini. Namun jika tetap dipaksakan berhutang, tentunya akan ada sejumlah dampak yang akan ditangung pada tahun-tahun berikutnya.

Ia tidak mau gubernur menyesal di kemudian hari dan mewarisi hutang pada pemimpin di masa yang akan datang. "Kita sangat butuh infrastruktur dan segala macamnya. Tapi kalau mengancam kebutuhan di periode mendatang, itu tentu kita tidak mau," sebutnya.

Fraksi PAN sendiri, lanjut dia, telah mencoba konsultasi dengan Fraksi PAN DPR RI mengenai pinjaman ini. Seperti anggota Fraksi PAN DPR RI komisi III yang membidangi hukum dan komisi XI tentang keuangan. Dari hasil konsultasi tersebut di dapat kesimpulan memang akan ada efek-efek tertentu dan bahkan bisa menggerus APBD. Hal itulah yang paling dikhawatirkan pihaknya.

"Maka kami tetap meminta Pemprov mengkaji dengan detil lah. bagaimana kedepannya terhadap postur APBD kita. Jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Riau Ade Agus Hartanto saat dimintai komentar mengaku heran dengan Pemprov Riau. Sebab, rencana peminjaman melalui  PEN tersebut tidak sinkron dengan peruntukannya. Di mana, PEN yang sejatinya disediakan pemerintah pusat untuk pemulihan ekonomi, malah diproyeksikan untuk pembangunan infrastruktur oleh pemprov.

Berbeda dengan pemaparan gubernur pada saat bertemu ketua fraksi di DPRD Riau. Dimana saat itu beliau menyebut bahwa pinjaman memang untuk pemulihan ekonomi di daerah.

"Awalnya disampaikan ke kami akan ada usulan peminjaman, persentase ke infrastuktur itu kecil, kecenderungannya tentu ke BLT, bantuan perekonomian rakyat seperti pertanian dan sosial, modal usaha dan sebagainya. Yang paling penting, apakah PEN itu digunakan untuk infrastruktur itu sudah benar? PEN itu kan untuk agar tak terjadi resesi ekonomi," ujar Ade.

Ketua Fraksi PKB itu mengakui,   tidak hanya Riau yang mengajukan pinjaman melalui PEN. Namun untuk peruntukannya, lanjut dia, hanya Riau yang lebih fokus pada pembangunan infrastruktur. Dengan peminjaman yang akan difokuskan dengan infrastruktur, kata Ade Agus itu sudah lari dari konteks PEN itu sendiri. Maka, sambung dia, jika memang akan diperuntukkan sebagai infrastruktur, DPRD perlu mengetahui jalan dan jembatan mana saja yang perlu dibangun.

"Jika mau bangun jalan, apa sudah ada pembebasan lahannya? Harus jelas," pungkasnya.(gem)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Semarak Ramadan, Pemuda Pangkalan Batang Barat Siapkan Menara Lampu Colok Raksasa

Pemuda Pangkalan Batang Barat Bengkalis menyiapkan menara lampu colok dengan 10 ribu botol untuk memeriahkan…

1 hari ago

Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras

Dua penjambret tas berisi emas senilai Rp48 juta di Pangkalankuras, Pelalawan ditangkap warga setelah merampas…

1 hari ago

10 Titik Penukaran Sampah Disiapkan di Pekanbaru, Warga Bisa Ubah Sampah Jadi Uang

Pemko Pekanbaru menghadirkan program tukar sampah jadi uang melalui 10 drop point. Warga cukup gunakan…

1 hari ago

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

4 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

4 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

4 hari ago