Categories: Riau

PHR Komit Zero LTI di Blok Rokan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berkomitmen menjalankan operasi di Blok Rokan dengan prioritas pada aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE). Salah satunya melalui kegiatan PHR energy time pada 8 September 2021 secara daring.

Kegiatan ini merupakan ajang internal perusahaan untuk para pekerja WK Rokan dengan manajemen yang membahas penciptaan lingkungan kerja selamat dan aman dengan target pengeboran masif, terutama di masa pandemi Covid-19. Salah satu hal yang menjadi topik utama adalah komitmen "Zero LTI" atau nihil lost time incident (kecelakaan yang menyebabkan terjadinya kehilangan waktu kerja).

Vice President Health, Environment and Safety PHR WK Rokan, Bambang Widjanarko menyampaikan, tugas karyawan sesuai dengan tujuan utama perusahaan yaitu mengelola risiko dan menciptakan operasi yang selamat. Komitmen HSSE PHR di antaranya mematuhi peraturan, mengendalikan risiko dan menjalin kerja sama dengan semua pemangku kepentingan diwujudkan dengan penerapan Supreme dan HSSE Golden Rule milik Pertamina, yaitu 1. Patuhi, 2. Intervensi dan 3. Peduli.

"Keselarasan dalam mengutamakan keselamatan beroperasi tentu menjadi yang utama dalam upaya PHR untuk mengelola Blok Rokan menjadi salah satu tulang punggung penyedia energi dalam visi strategi satu juta barel produksi migas di tahun 2030," ujarnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus dalam kesempatan terpisah menyampaikan pentingnya keselamatan (safety) sebagai prioritas utama. "Sebagaimana standar industri migas, Blok Rokan harus terus mengutamakan keselamatan dalam beroperasi, mengidentifikasi dan memitigasi risiko dan memastikan sumber daya manusianya dapat bekerja dalam kondisi nyaman, sehat dan selamat".

Ia juga menambahkan, Blok Rokan adalah wilayah kerja yang menjadi backbone utama dalam strategi visi satu juta barel tahun 2030. SKK Migas bersama Pertamina Hulu Rokan sebagai operator wajib memastikan kesehatan dan keberlangsungan operasi yang selamat.

"Saat seluruh dunia menghadapi tantangan pandemi Covid-19 dan operasi tetap harus berjalan, SKK Migas harus memastikan seluruh pekerja hulu migas yang bekerja telah tervaksin secara lengkap," terang Rikky.

Pertamina berkomitmen untuk mempertahankan produksi pasca alih kelola dengan melakukan pengeboran yang telah ditetapkan dalam kurun waktu Agustus-Desember 2021 sebanyak 161 sumur.

Laporan: Henny Elyati (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

13 jam ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

13 jam ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

14 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

1 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

1 hari ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

1 hari ago