Categories: Riau

258 Hot Spot Terdeteksi, Jarak Pandang Pekanbaru dan Pelalawan Satu Km

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 258 titik panas (hotspot) dengan level konfiden 50 persen terpantau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pagi, Rabu (11/9). Banyaknya hotspot itu membuat jarak pandang Pekanbaru dan Pelalawan hanya satu kilometer disertai asap.

Dari pantauan Riaupos.co, sejumlah warga yang beraktivitas pagi ini terlihat menggunakan masker, terlebih pengendara roda dua. Akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah Provinsi Riau menyebabkan kabut asap pekat menutupi ruas jalan dan jarak pandang menjadi terbatas.

"Sementara Rengat tiga km (asap) dan Dumai lima km (asap)," ungkap Kasi Data dan Informasi Marjuki.

Titik hotspot dengan level konfiden di atas 50 persen berada di sembilan kabupaten/kota. Empat di antaranya memiliki jumlah hotspot terbanyak, yakni Inhil 143 titik, diikuti Pelalawan 47 titik, Inhu 25 titik,  Rohil 23. Sementara sisanya berada di Bengkalis sembilan titik, Kampar lima titik, Kuansing tiga titik, Rohul dua titik dan Dumai satu titik.

Selain di Provinsi Riau, Karhutla juga terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, seperti Sumut 10 titik,  Sumbar 11 titik,  Sumsel 305 titik, Lampung 42 titik, Jambi 496 titik, Kepri 11 titik, Babel 77 titik dan Bengkulu 1 titik.

"Riau level konfiden 70 persen ada 166 tersebar di Bengkalis 2 titik, Kampar 2 titik, Pelalawan 32 titik, Kuansing 2 titik, Rokan Hilir 16 titik, Rokan Hulu 1 titik, Indragiri Hilir 94 titik dan Indragiri Hulu 17 titik," terangnya.

Dikatakan dia, BMKG sendiri memperkirakan cuaca Provinsi Riau dari pagi hari cerah berawan dengan adanya potensi jarak pandang menurun akibat kekaburan udara disebabkan partikel kering, seperti asap dan haze. Kondisi cerah berawan diperkirakan akan berlangsung hingga malam hari dengan suhu udara berkisar 23-33 celsius dengan arah angin dari tenggara ke Selatan dengan kecepatan 10-20 km per jam.

"Kepada masyarakat diminta waspada terhadap penurunan kualitas udara dan jarak pandang akibat peningkatan polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan," tutupnya. (*1)

Laporan  : *1/Muslim Nurdin
Editor     : Firman Agus

Share
Published by

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago