Ilustrasi - Dok Riau Pos
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga empat desa di Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar resah atas aktivitas gajah Sumatera. Gajah disebut merusak tanaman dan kebun masyarakat beberapa kali sejak Mei lalu.
Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Genman S Hasibuan memastikan telah menurunkan tim ke lokasi.
Genman juga menyampaikan analisa sementara terkait lokasi konflik gajah-manusia tersebut. “Lokasi kebun sawit di dalam dan di sekitar Hutan Produksi Konversi (HPK) yang menjadi habitat gajah,” sebut Genman, Ahad (9/6).
Genman menyebutkan, gajah berulang kali menyambangi lokasi karena kondisi tersebut. Namun Tim BBKSDA Riau, kata dia, sudah sering kali melakukan penggiringan hewan liar tersebut bersama pemerintah desa setempat.
“Gajah yang teridentifikasi satu ekor dan belum pernah terlihat oleh tim di lapangan. Karena ketika tim tiba di lokasi gajah menjauh dari kebun warga dan ketika tim pergi, gajah kembali lagi datang,” katanya.
BBKSDA Riau, sebut Genman, akan terus beroordinasikan dengan para pihak terkait untuk tindaklanjut penanganannya. Dirinya meminta warga tetap waspada dan tidak anarkis terhadap fauna yang dilindungi negara tersebut.(end)
Sebanyak 182 JCH Rohul Kloter 12 diberangkatkan ke Batam. Wabup Syafaruddin Poti melepas langsung dan…
SMAN 2 Singingi raih banyak juara di FLS3N 2026. Cabang tari kreasi mengantar wakil Kuansing…
Ratusan warga Rimbopanjang bongkar median jalan karena akses U-turn terlalu jauh. Aksi ini dipicu keluhan…
DLHK Pekanbaru temukan angkutan sampah palsu berkeliaran. Warga diminta waspada dan segera laporkan aktivitas mencurigakan.
Kebakaran dini hari di Sukajadi, Pekanbaru, menghanguskan tiga kios. Petugas damkar berhasil menyelamatkan tiga kios…
Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…