Categories: Riau

Kemenkum HAM: Kami Tak Punya Kuasa

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) tidak dapat berbuat banyak atas aksi bermalam dan jahit mulut yang dilakukan para pengungsi di Jalur Lambat Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru. Hingga Rabu (8/12), hampir satu bulan para pengungsi yang diantaranya sudah tinggal di Pekanbaru 10 tahun, menggelar aksi disana.

Mereka mendirikan pondok seadanya. Makan, tidur dan beraktivitas di jalan yang selalu sibuk tersebut. Tidak semua melakukan aksi jahit mulut sebagai bentuk protes mereka tidak diteruskan ke negara tujuan yang mereka kehendaki. Mereka menggelar aksi tidak jauh dari markas The United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum HAM Provinsi Riau Puji Harinto 

esuai tugas pokok dan fungsi (topuksi) untuk para pengungsi. Namun keinginan para pengungsi, kata Pujo, berada di luar kuasa dan tupoksi Kemenkum HAM. Bahkan mereka tidak berhak melarang mereka menggelar aksi di sana.

Pujo menyebutkan, siapapun pasti punya belas kasihan melihat kondisi para pengungsi. Namun mereka yang ditugaskan untuk mengawasi tidak dapat berbuat banyak karena dibatasi aturan. Kemenkum HAM, khususnya di wilayah kata Pujo, punya tupoksi dan kuasa terbatas.

"Kami mohon bantuan bapak yang mempunyai jaringan nasional dan internasional. Kiranya berkenan membantu mereka agar dapat diterima di negara ketiga sebagai negara tujuan mereka. Kami tidak dapat berperan banyak dalam hal ini karena kewenangan berdasar undang-undang tidak diamanahkan kepada kami. Fungsi kami hanya pengawasan saja," sebut Pujo pada Rabu (8/12). 

Selain mereka yang melakukan aksi jahit mulut, tidak makan, puluhan lainnya juga tinggal di tenda yang beratapkan spanduk bekas yang dibangun seadanya itu. Untuk makan, mereka kerap mendapat uluran tangan dari warga sekitar. Akibat aksi tersebut, tumpukan sampah muncul cukup banyak di jalur lambat tersebut.(end)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Tinggal 2 Persen, Gaji ASN Meranti Segera Rampung

Pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk April 2026 dipastikan hampir…

15 jam ago

Terungkap! Dendam dan Harta Picu Menantu Habisi Nyawa Mertua di Pekanbaru

Polisi ungkap pembunuhan di Rumbai, menantu jadi otak perampokan. Empat pelaku ditangkap setelah kabur ke…

15 jam ago

Jelang Iduladha, 28 Petugas Disiagakan Awasi Hewan Kurban di Inhu

Disbunnakkan Inhu siapkan 28 petugas awasi hewan kurban jelang Iduladha. Langkah ini untuk cegah penyebaran…

16 jam ago

182 JCH Rohul Diberangkatkan, Wabup Lepas Langsung ke Batam

Sebanyak 182 JCH Rohul Kloter 12 diberangkatkan ke Batam. Wabup Syafaruddin Poti melepas langsung dan…

16 jam ago

SMAN 2 Singingi Wakili Kuansing ke FLS3N Tingkat Provinsi

SMAN 2 Singingi raih banyak juara di FLS3N 2026. Cabang tari kreasi mengantar wakil Kuansing…

16 jam ago

Ratusan Warga Rimbopanjang Nekat Bongkar Pembatas Jalan, Ini Penyebabnya

Ratusan warga Rimbopanjang bongkar median jalan karena akses U-turn terlalu jauh. Aksi ini dipicu keluhan…

17 jam ago