Categories: Riau

Minta Pemprov Cairkan Iuran BPJS

(RIAUPOS.CO) – Ade Hartati Rahmat, Sekretaris Fraksi PAN DPRD Riau mengingatkan tanggung jawab Pemprov Riau terkait budget sharing untuk kepesertaan BPJS Kesehatan/JKN masyarakat yang tidak mampu.

Hal disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Riau, Kamis (8/7) yang dihadiri Wagubri Edy Natar Nasution.

“Budget sharing dari pemerintah provinsi itu belum dibayar per April. Nah ini kan sangat berdampak pada masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan,’’ ujar Ade kepada wartawan usai rapat paripurna.

Menurut Ade Hartati, untuk Kota Pekanbaru saja terdapat 126 ribu jiwa yang biaya kepesertaan BPJS-nya belum dikover pemerintah pusat. Mereka ini termasuk kategori masyarakat tidak mampu.

Dari jumlah tersebut, Pemko Pekanbaru baru mampu mengkover biaya kepesertaan untuk 66 ribu jiwa dengan total anggaran Rp16 miliar. Berarti sisanya 60 ribu jiwa lagi yang belum terkover. "Dan harusnya, sisa itu harus dipenuhi oleh provinsi. Namun sampai April, menurut surat pemerintah kota ke provinsi, pemerintah provinsi belum mencairkan budget sharing itu,’’ jelas Ade lagi.

Apalagi sekarang dengan naiknya kasus Covid-19 di Pekanbaru dan Riau, tambah anggota Komisi V ini, otomatis naik pula angka pengangguran dan angka kemiskinan. Sehingga orang yang awalnya bisa membayar iuran BPJS mandiri otomatis kan jadi tidak lagi mampu membayar iuran. Dan masuk kategori masyarakat tidak mampu. "Nah ini kalau sakit mau berobat kemana? Ini baru Pekanbaru. Kita ndak tahu kota kabupaten lain,’’ tambah legislator dapil Pekanbaru tersebut.

Tanggung jawab pemerintah membiayai iuran BPJS tersebut berdasarkan peraturan pemerintah. Selain ditanggung oleh pemerintah pusat, juga ada tanggung jawab pemerintah provinsi bersama pemerintah kota/kabupaten. Urunan antara pemprov dengan pemko/pemkab dalam bentuk berbagi anggaran (budget sharing).

Andil pemerintah pusat dalam mengkover sebagian pembiayaan tadi dengan mengalokasikan lewat Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sementara budget sharing antarpemerintah daerah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU).

"Sudah ada MoU-nya (pemko-pemprov, red). 50 persen kota, 50 provinsi. Saya rasa kota/kabupaten lain juga belum cair,’’ tutup Ade.(kom)

Laporan ZULKIFLI ALI, Pekanbaru

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Harmoni Imlek di Kebun PTPN: Toleransi Tumbuh di Tengah Rutinitas Panen

Kisah Akiong dan Tony di PTPN IV Regional III menunjukkan harmoni etnis tumbuh alami di…

16 jam ago

Buka Puasa Makin Seru! Kala Iftar di Hotel Dafam Cuma Rp109 Ribu

Hotel Dafam Pekanbaru hadirkan promo “Kala Iftar” Rp109 ribu per orang. Nikmati menu nusantara hingga…

16 jam ago

Sikat Gigi dan Berkumur di Siang Hari Ramadan

Saya seorang wanita dan juga seorang pekerja. Saya ingin bertanya, bagaimana hukum sikat gigi atau…

18 jam ago

Lapas Bengkalis Turun Tangan, Siapkan Masjid Nyaman untuk Tarawih

Lapas Bengkalis gelar kerja bakti bersihkan Masjid Nurus’saadah jelang Ramadan agar jamaah lebih nyaman beribadah.

19 jam ago

Transaksi Ritel Ditargetkan Tembus Rp50 Triliun

Transaksi ritel Lebaran 2026 ditargetkan tembus Rp50 triliun lewat program BINA dan dorongan belanja masyarakat…

19 jam ago

Wabup Rohul Pimpin Pelepasan Jenazah Kades Lubuk Napal

Wabup Rohul pimpin pelepasan jenazah H Syofyan, Kades Lubuk Napal. Suasana haru iringi prosesi penghormatan…

19 jam ago