Categories: Riau

Maafkan Pelaku, Agung Nugroho Cabut Laporan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kasus penyerangan Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho berakhir damai. Kedua belah pihak, Agung maupun 7 tersangka sepakat saling memaafkan setelah di mediasi oleh sejumlah tokoh Melayu Riau. Hal itu bermula dari diskusi yang terjalin pada Selasa (7/12) pagi.

Ketika itu, sejumlah Tokoh Melayu Riau mendatangi kediaman Agung Nugroho di Jalan Sumatera. Kedatangan para sesepuh ini untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas aksi penyerangan yang dilakukan 7 pemuda beberapa waktu lalu.

Hadir dalam pertemuan itu Ketua LAM Pekanbaru Datuk Muspidauan, Panglima Laskar Melayu Riau Datuk Efendi, Sekjend Penggawa Melayu Riau (PMR) Doni Rian serta beberapa tokoh lainnya. Kunjungan itu disambut langsung Agung Nugroho yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Riau.

Diawal, kedua belah pihak sempat berdiskusi mengenai kasus penyerangan rumah dinas Agung pada Senin (29/11) malam. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama hingga didapati kata sepakat untuk berdamai.

Ketua LAM Pekanbaru Datuk Maafkan Pelaku, Agung Nugroho Cabut Laporan  Muspidauan menjelaskan kedatangan pihaknya mewakili 7 orang anak kemenakan yang menjadi tersangka penyerangan kediaman Agung Nugroho. Diakui dia, apa yang diperbuat oleh 7 tersangka tersebut memang salah dan tidak sesuai dengan kaidah adat serta budaya Melayu.

"Hari ini kami datang ke rumah tokoh kita, adinda kita Agung Nugroho. Yang saat ini telah menjabat Ketua DPD Demokrat Riau, sekaligus Wakil Ketua DPRD Riau. Dimana kami, mewakili anak kemenakan kami, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalah pahaman yang terjadi," ucap Muspidauan.

Ia kemudian menjelaskan, bahwa insiden penyerangan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan siapapun, selain dari 7 tersangka. Di mana, insiden penyerangan berawal dari maksud dan tujuan para pelaku ingin melakukan sebuah klarifikasi.

"Ada informasi dari pihak yang tidak bertanggungjawab, sehingga mereka melakukan tindakan yang tidak sepantasnya. Tindakan Dinda Agung sudah tepat dengan membuat laporan ke Polda Riau," ungkapnya.

Usai pertemuan pagi itu, Agung dengan ditemani sejumlah tokoh dari Punggawa Melayu Riau datang ke Polda. Agung dihadapkan dengan 7 tersangka beserta keluarga tersangka yang juga hadir di Polda Riau. Disana juga ada permintaan secara langsung dari para tersangka. Termasuk pengakuan perbuatan mereka pada malam itu yang tidak sesuai dengan norma.

"Saya meminta maaf kepada Bapak Haji Agung Nugroho. Saya telah menyadari kesalahan saya. Memang kami sempat terpancing dengan isu serta informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya," tutur Irfan.

Menanggapi hal itu, Agung mengatakan bahwa dirinya juga tidak tega menghukum orang yang bersalah. Karena para pelaku sudah mengakui bahwa memang terpancing. Sehingga ia menyatakan dengan ikhlas memaafkan para pelaku. Namun dengan catatan tidak lagi mengulangi perbuatan yang sama. Baik kepada dirinya maupun kepada orang lain.

"Saya ucapkan terimakasih banyak kepada seluruh tokoh. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk kita semua," pungkasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto membenarkan bahwa kedua belah pihak sudah berdamai. "Iya, sudah tadi (cabut laporan)," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Selasa (7/12).

Atas hal itu, kata Sunarto, penyidik dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara. Langkah itu diambil untuk menentukan kelanjutan penanganan perkara. Lanjut Sunarto, tersangka yang ditahan akan ditangguhkan. "Tersangka yang ditahan akan ditangguhkan. Penyidik segera melakukan gelar perkara," tegas perwira menengah Polri yang akrab disapa Narto itu.(nda)
 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

3 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

3 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

3 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

3 jam ago

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…

3 jam ago

Rohul Perkuat Promosi Wisata Lewat Branding Wonderful Indonesia Berbasis Medsos

Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…

4 jam ago