Categories: Riau

Migrasi Babi ke Malaysia Disebut Mengada-ada

RUPAT (RIAUPOS.CO) — Babi hutan dari Sumatera diklaim sejumlah media nasional dan Malaysia melintasi Selat Melaka menuju negara bagian Melaka. Hal ini mendapat tanggapan pedas dari aktivis lingkungan Pulau Rupat. Seperti diutarakan Zaini, babi hutan menyeberangi Selat Melaka dan menyerbu Malaysia itu sangat tidak melalui ajian ilmiah. Ia menyebut jika otoritas negara bagian Melaka asal bunyi. “Wilayah Sumatera itu luas. Kemudian, wilayah Sumatera jauh dari akses laut. Namun yang terdekat saat ini adalah Pulau Rupat. Akan tetapi, sepengamatan kami di sini bersama warga nelayan tidak pernah melihat adanya babi hutan,” kata Zaini.

Sehingga apa yang dipusingkan pemerintah Malaysia, sambung Zaini, kurang tepat dan terkesan mengada-ngada, tanpa ada bukti jika babi hutan itu bisa berenang menyeberangi Selat Melaka. Jika pun bisa, tentu daya fisik babi hutan tidak mampu menembus jarak tempuh yang jauh dengan arus yang deras.

"Itu hanya asal bunyi. Jika ada babi hutan migrasi, ya pasti dibawa oleh seseorang dengan menempuh pelayaran kapal laut. Kalau dengan cara berenang saye rase cerita bengak (saya rasa cerita bohong, red) yang sengaje dibuat-buat," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis Arman AA mengatakan, dirinya baru mendapat kabar dan akan mencoba mencari kebenaran informasi itu.

"Babi hutan menyeberang laut. Saya tidak tahu, baru dapat kabar terkait hal ini. Saya coba koordinasikan dengan dinas pertanian. Sebab, hari ini akses yang dekat jaraknya dengan Malaysia satu-satunya adalah Pulau Rupat, kemudian Bantan," katanya.

Namun sesuai kabar terbaru, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sendiri meragukan pernyataan otoritas negara bagian Melaka, Malaysia. Di mana otoritas negara tetangga Malaysia menyebut telah terjadi invasi babi hutan dari Sumatra ke wilayah Malaysia. Sesuai pernyataan resmi dari Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) KLHK, Indra Exploitasia, mengatakan, pernyataan itu perlu dibuktikan secara ilmiah terlebih dahulu.(esi)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

15 jam ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

15 jam ago

Baznas Riau Catat Zakat ASN Pemprov Riau Tembus Rp52 Miliar

Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…

15 jam ago

Penolakan Relokasi Menguat, Masyarakat Cerenti Tanda Tangani Petisi

Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…

16 jam ago

Kantin SDN 169 Pekanbaru Terbakar Dini Hari, Damkar Kerahkan 5 Unit

Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…

16 jam ago

Dermaga Peranggas Meranti Kian Memprihatinkan, DPRD Minta Perhatian Pemerintah

Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…

17 jam ago