Categories: Riau

Tegur 26 Korporasi di Riau

BOGOR (RIAUPOS.CO) — Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengirim surat teguran kepada 55 perusahaan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh Indonesia. Siti menyebutkan, 55 perusahaan itu merupakan bagian dari 115 korporasi yang mendapat pengawasan dari kementeriannya. Dari 55 korporasi, 26 berada di Riau.

"115 itu yang kami awasi terus dari peristiwa 2015. Kemudian surat peringatan sudah kami berikan epada 55 perusahaan dalam dua bulan ini, dari peristiwa Januari-Juli 2019," ucap Siti di Istana Kepresidenan Bogor, Ahad (4/8).

Bahkan Direktur Jenderal Penegakkan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani terus mengecek mana saja perusahaan yang perlu diberikan teguran terkait karhutla. Hal itu tidak terlepas dari tingginya jumlah hot spot.

"Karena kan angkanya tinggi tuh, saya khawatir. Makanya saya minta ditegur lagi. Selama dua bulan ini yang sudah diberi peringatan 55. Kemudian khusus di Riau 26, karena yang mengkhawatirkan kan," tegas Siti.

Secara nasional, Siti menyebut masih ada kemungkinan titik api di areal HPH sebanyak 7 titik, HTI 27 titik, HGU dan izin-izin yang diberikan BPN ada 16 titik. Dan di areal kehutanan yang dilepas jadi kebun ada 6 titik perusahaan. "Ini sedang kami kontrol. Karena perkiraan saya sekarang ini aspek menjaganya yang paling penting," ujarnya.

Terkait korporasi, Siti belum bisa menyebut semua yang diperingatkan bandel atau tidak karena belum diperiksa secara intensif. Akan tetapi mereka perlu diberikan peringatan bahwa di arealnya ada hot spot, dan ada yang di pinggiran kawasannya.

"Belum tentu semuanya nakal. Namun memang ada yang terus-terusan kejadian. Saya lagi minta yang terus-terusan kejadian diintensifkan saja. Dan nanti harus dilihat apa yang sesungguhnya terjadi. Kalau perlu dibekukan saja izinnya," jelas menteri kelahiran Jakarta itu.

Bila melihat data perbandingan hot spot nasional, pada 2015 ada 6.590-an hot spot periode Januari-Juli. Tahun 2018 pada periode yang sama sebanyak 1.338 hot spot. Nah di tahun 2019 ini angkanya mencapai 2.070 titik.

"Jadi, buat saya sih mulai mengkhawatirkan. Jadi memang sudah saatnya harus diingatkan lagi," tegas Siti.(fat/ri/nda/ted)

>>Selengkapnya baca koran Riau Pos

Laporan: Tim Riau Pos
Editor: Arif Oktafian

 

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

13 menit ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

1 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

1 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

1 hari ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

1 hari ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

1 hari ago