Categories: Riau

Vaksinasi Kedua 107.314 Warga Terlambat 2 Pekan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Vaksinasi tambahan sesuai keperluan warga Kota Pekanbaru tak kunjung tiba. Dampaknya, kini ada 107.314 warga Kota Pekanbaru yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 pertama, harus terlambat dua pekan untuk mendapatkan vaksinasi kedua. Angka ini berdasarkan data dari 1 Agustus lalu.

"Kami perlu vaksin kedua 100 ribu lebih. Datang 100 ribu, kami utamakan vaksin kedua. Karena sudah ada terlambat dua pekan. Kalau terlalu lama tidak efektif lagi. Ini datang seribu, dibagi dapat 3.000. Nanti masyarakat maki-maki saya lagi," kata Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Firdaus, Selasa (3/8).

Diakuinya, saat ini ada vaksin masuk untuk tenaga kesehatan (nakes). Khusus nakes ini merupakan vaksin ketiga dengan merek berbeda.

"Merek berbeda, bukan Sinovac. Tidak hapal saya namanya," imbuhnya.

Vaksinasi bagi masyarakat umum, kata dia, akan datang pada Agustus ini. Pemko mendapatkan informasi pekan pertama sudah ada vaksin masuk.

Pemko sudah meminta kepada gubernur, agar Kota Pekanbaru diutamakan.

"Ada kelonggaran di daerah, gubernur yang mengatur. Pusat mempersilakan gubernur mengatur. Pekanbaru jumlah lebih banyak, masalah lebih banyak. Harusnya lebih banyak," jelasnya.

Dalam pada itu Kota Pekanbaru saat ini sudah memasuki perpanjangan PPKM level 4 hingga 9 Agustus nanti. Namun, untuk bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat masih mengandalkan bantuan dari Kementerian Sosial. Hal ini karena, keuangan daerah tak mampu untuk memberikan bansos bagi masyarakat terdampak PPKM.

Disampaikan Firdaus, anggaran yang tersedia hampir tidak mencukupi untuk memenuhi semua keperluan penanganan Covid-19 di Kota Pekanbaru.

"Tidak ada (bansos, red), daerah tidak mampu. Karena kondisi kita saja, banyak anggaran kegiatan sudah digeser untuk penanganan Covid-19," urainya.

Ditambah lagi, berbagai pendapatan kini pun menurun. "Pendapatan daerah dan transfer dari pusat terus menurun, sementara keperluan terus melambung," imbuhnya.

Diuraikannya, anggaran daerah digunakan untuk pembelian peralatan uji swab, kegiatan-kegiatan penanganan Covid-19. Serta biaya yang dikeluarkan untuk petugas penanganan Covid-19.

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

11 jam ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

11 jam ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

11 jam ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

2 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

2 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

2 hari ago