Categories: Riau

Heboh Oknum Polisi Banting Warga di Rohul, Kapolres Minta Maaf

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kericuhan antarkelompok buruh di Desa Teluk Aur, Kabupaten Rokan Hulu terjadi Senin (30/5) siang. Saat itu, ada dua kelompok buruh yang bertikai. Yakni kelompok buruh SPPP dengan kelompok SPTI. Penyebab awalnya, kelompok buruh SPPP yang ingin mendapatkan pekerjaan di PT KSM melakukan penghadangan terhadap aktivitas perusahaan.

Karena situasi tersebut, pihak aparat dari Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu menurunkan personel dan melalukan pengamanan di sekitar lokasi. Sebab, pada saat pertikaian kelompok SPPP sempat melakukan peniayaan dan penghadangan terhadap kelompok buruh SPTI, yang notabenenya sudah mendapat rekomendasi pekerjaan dari Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Dalam upaya pengamanan tersebut, beredar video seorang oknum polisi bernama Brigadir AS terlihat menjatuhkan seorang buruh dari atas truk hingga ke tanah. Video inilah yang kemudian viral dan diklarifikasi langsung oleh Kapolres Rohul AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, Kamis (2/6).

"Sebelumnya kami sudah melakukan berbagai upaya persuasif agar kedua kelompok yang bertikai bisa berdamai. Bahkan sudah ada 7 kali upaya mediasi namun gagal," ucap AKBP Eko Wimpiyanto.

Dilanjutkannya, saat kisruh, pihaknya juga sudah melakukan upaya humanis. Yakni berupa imbauan kepada kelompok buruh yang bertikai. Namun karena situasi kian memanas, pihaknya terpaksa mengamankan para pelaku yang awalnya berjumlah 20 orang dari kelompok SPPP. Setelah dilakukan pendalaman dari 20 orang awal, pihaknya kemudian mendapati indikasi terhadap 3 orang yang melakukan penganiayaan serta 1 orang yang kedapatan membawa senjata tajam.

"Namun harus kami akui, dalam upaya pengamanan masih terdapat kekurangan. Dimana seperti yang teman-teman lihat dalam video yang viral, ada oknum dari anggota kami yang berbuat di luar SOP. Namun ini masih terus kami dalami. Dan saya menyampaikan permohonan maaf," ucap Eko.

Adapun soal peristiwa dalam video yang viral, AKBP Eko menuturkan bahwa saat itu sedang terjadi upaya pengamanan terhadap pelaku penyerangan. Beberapa pelaku saat itu sedang berada di dalam truk. Agar situasi bisa terkendali, pihaknya hendak mengamankan beberapa orang yang ada di dalam truk tersebut. Saat itulah peristiwa oknum polisi membanting seorang buruh dari atas truk terekam kamera dan viral.

Ia memastikan, sampai saat ini proses hukum baik terhadap peristiwa kericuhan maupun terhadap oknum aparat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dalam kesempatan itu ia kembali mengimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dan menjaga kondusifitas wilayah.(nda)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Dibuntuti dari Pekanbaru, Komplotan Jambret Gelang Emas Rp33 Juta Diringkus Polres Siak

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak meringkus dua dari empat pelaku jambret asal Pekanbaru yang…

1 hari ago

Tembus 2.976 Kasus Malaria dan 1.227 DBD, Pemkab Rohil Galakkan Gerakan Kamis Bersih

Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir mencatat lonjakan kasus DBD dan malaria hingga September 2026, serta…

2 hari ago

Health Talk BRK Syariah dan KPJ Malaysia: Kenali Gejala Awal dan Penanganan Batu Empedu

KPJ Healthcare Malaysia dan BRK Syariah menggelar health talk di Pekanbaru untuk mengedukasi masyarakat mengenai…

2 hari ago

BKPSDM Rohil Tunjuk Plt untuk Disdikbud, Dinkes, dan Diskominfotiks

BKPSDM Kabupaten Rokan Hilir menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan di…

2 hari ago

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

3 hari ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

5 hari ago