Categories: Riau

Asri Auzar Minta Dugaan Penyelewengan BLT Pemko Diusut hingga ke Pemberi Perintah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Persoalan pemotongan bantuan langsung tunai (BLT) oleh Pemko Pekanbaru menjadi perhatian serius banyak pihak. Kali ini datang dari Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar.

Menurut pendapat Asri, pemotongan yang dilakukan pihak Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru sudah masuk ke ranah pidana. Bahkan ia meminta agar pemprov bertindak tegas dan tidak menjadi hakim dengan meminta uang itu diserahkan ke masyarakat.

"Jangan enak saja di kembalikan. Ini kan unsur pidananya sudah terpenuhi. Ada niat menyelewengkan, kemudian diaplikasikan dengan cara memotong uang sebesar Rp50 ribu. Pemprov saya minta jangan jadi hakimlah. Proses hukum dulu, nanti pengadilan yang memutus," tegas Asri kepada Riaupos.co, Rabu (1/7/2020) malam.

Ia kemudian mengingatkan kembali pesan Presiden RI Ir Joko Widodo. Dimana, sudah ditegaskan Presiden agar seluruh bentuk penyimpangan dana bantuan Covid-19 kepada masyarakat di tindak tegas.

Maka dari itu, ia mengimbau seluruh aparat penegak hukum untuk langsung memproses pemotongan yang telah dilakukan pihak BPR Pekanbaru. Bila perlu, lanjut dia, penegak hukum harus mengusut tuntas sampai ke pemberi perintah pemotongan. 

"Ini sudah kurang ajar enurut saya. Tak ada hati nurani. Tidak berperi kemanusiaan. Orang sedang dalam keadaan terjepit karena Covid-19, ini seenaknya malah dipotong. Betul-betul enggak punya hati nurani. Uang yang sudah menjadi hak masyarakat itu juga dipotong," kesal Asri.

Masih dikatakan Asri, berbagai alasan yang diutarakan pihak BPR maupun pihak Pemko Pekanbaru untuk memotong bantuan tersebut sungguh tidak masuk akal. Apalagi, Pemprov Riau sudah dengan sangat tegas menyatakan bahwa BLT sebesar Rp300 ribu itu harus penuh di terima masyarakat.

Bila dihitung dengan besaran Rp50 ribu memang terlihat kecil. Namun jika dikalikan dengan puluhan ribu penerima, maka ada banyak potensi kerugian negara yang diduga diselewengkan.

"Makanya kami minta penegak hukum kejar sampai ke yang memberi perintah. Ini sudah enggak benar ini. Memalukan. Sudahlah enggak ada BLT yang dianggarkan oleh Pemko. Disediakan Pemprov, malah di sunat. Memalukan sekali menurut saya," katanya mengakhiri.

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Menyapa SMAN 9 Pekanbaru, Roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau Berjalan Semarak

Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir di SMAN 9 Pekanbaru,…

8 jam ago

Sertijab di Polres Kampar, Kompol Nurman Resmi Jabat Kapolsek Kampar Kiri

Polres Kampar menggelar upacara sertijab Kapolsek Kampar Kiri dari Kompol Rusyandi Z Siregar kepada Kompol…

9 jam ago

Soroti HGB STC, Kasi Datun Kejari Pekanbaru Tegaskan Paksa Perpanjang Masuk Perbuatan Melawan

Kejari Pekanbaru menegaskan perpanjangan HGB STC berpotensi melanggar hukum, sementara BPKP Riau menyoroti potensi kerugian…

17 jam ago

Polsek Kateman Bekuk Pria Berinisial GT Pengedar Ekstasi dan Cairan Etomidate

Polsek Kateman membongkar dugaan peredaran narkotika jenis ekstasi dan etomidate serta mengamankan seorang tersangka di…

19 jam ago

Aliansi Cipayung Plus Pekanbaru Dukung Pemko Tidak Perpanjang HGB Ruko STC

Aliansi Cipayung Plus mendukung Pemko Pekanbaru tidak memperpanjang HGB 133 ruko STC yang habis masa…

20 jam ago

Lantik 247 Kepsek dan Korwil, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto Warning Jangan Ada Pungli

Bupati Inhu Ade Agus Hartanto melantik 247 kepala sekolah dan 13 korwil Disdikbud serta memberikan…

20 jam ago