Plt Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Syah Harrofie
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Status darurat pencemaran udara yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah berakhir, Senin (30/9). Status yang berlangsung selama sepekan tidak diperpanjang, seiring kualitas udara sudah kembali membaik.
Demikian diungkap Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Syah Harrofie kepada Riau Pos, Senin (30/9) malam. Dikatakan Ahmad Syah, pihaknya tidak mencabut status darurat pencemaran udara tersebut lantaran masa berlaku sudah habis dengan sendirinya.
“Tak ada pencabutan (status darurat pencemaran udara, red), tapi (status itu sudah, red) berakhir,” ungkap Ahmad Syah.
Hal itu, sambung Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau tentang penetapan status darurat pencemaran udara yang berlaku mulai 23-30 September. Dengan demikian kata, dia, status tersebut tidak diperpanjang dengan pertimbangan bencana kabut asap yang melanda Bumi Melayu sudah berakhir.
“Jadi, status itu tidak diperpanjang lagi,” imbuh mantan Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis.
Sebelumnya, Pemprov Riau tak kunjung mencabut status darurat pencemaran udara, meski kabut asap telah hilang di Bumi Lancang Kuning. Hal itu, disinyalir karena ingin mengulur-uluar waktu hingga masa berlaku status habis. Bahkan, Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat evaluasi bersama instansi terkait, dan hasilnya status tersebut tetap dilanjutkan hingga batas waktu berakhir.
“Status itu tidak cabut. Kita lanjutkan sampai 30 September nanti, setelah itu baru akan dicabut,” ungkap Syamsuar, Jumat lalu (27/9).(rir)
>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…
HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…
Karhutla di Desa Karya Indah, Tapung, Kampar, memasuki hari keempat. Api padam, tetapi sejumlah titik…
Job Fair Rohul 2026 digelar 12 Oktober untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan…
BGN Kuansing meminta SPPG memperketat pemeriksaan menu MBG untuk mencegah makanan basi atau kedaluwarsa yang…
Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…