Categories: Riau

Harga Sembako Meroket Tajam

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Dua pekan menjelang bulan suci Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Pelalawan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Trend kelonjakan harga ini memang terjadi setiap tahunnya menjelang Ramadan tiba, namun naiknya berbagai harga komoditas kebutuhan pokok ini akibat banyaknya permintaan dari masyarakat.

Informasi yang diperoleh Riau Pos di pasar, harga beras mengalami kenaikan hingga Rp5 ribu perkilogramnya, kemudian harga daging ayam potong ukuran besar kini dipatok Rp40 ribu perkilogram yang sebelumnya dikisaran harga Rp26 ribu.

Sedangkan harga cabai, tembus Rp100 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp30 ribu. Kemudian minyak goreng Rp18 ribu dari harga sebelumnya kisaran Rp14 ribu perkilogram. Bawang Rp30 perkilogram dari sebelumnya kisaran Rp25 ribu. Harga telur Rp53 ribu perpapan dari harga sebelumnya kisaran Rp48 ribu. Meski demikian, harga daging sapi, masih standar yakni Rp120 perkilogramnya.

“Belum Ramadan saja sejumlah bahan pokok udah selangit naiknya. Apalagi  jelang Hari Raya Idulfitri nanti, biasanya naik lagi. Jadi, tolong para pemangku kepentingan bantu kami agar bahan pokok ini harga tidak melambung tinggi. Kalau kondisinya seperti ini kita rakyat tambah susah,” kata Sukatmi (39) salah seorang warga, Kamis (29/2).

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Pelalawan Hanafie menjelaskan, pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan sejumlah langkah. Di antaranya, melakukan operasi pasar dan pasar murah di setiap kecamatan secara bergilir. Kegiatan pasar murah ini akan mulai dilaksanakan pada Jumat (1/3) yang dipusatkan di kantor Camat Pangkalan Kerinci.

“Selanjutnya, kita juga menemui langsung distributor dan memberitahukan agar menyesuaikan harga dengan kepantasan. Seperti harga pasar karena para pedagang menyebutkan harga sudah mahal dari distributornya,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Hanafie, TPID melalui Dinas Pertanian akan melakukan sosialisasi kepada kelompok tani di Pelalawan agar menjual hasil pertaniannya di Pelalawan atau cakupan lokal dan tidak menjual keluar daerah.

“Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya terutama Pekanbaru, kita masih rendah lonjakan kenaikan harga. Namun demikian, kita terus berupaya untuk melakukan pengawasan harga bahan pokok di Pelalawan agar tetap stabil,” tutupnya.(gem)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

2 jam ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

2 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

2 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

3 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

3 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

3 hari ago