Categories: Politik

Bawaslu Usul APD Disediakan Pemerintah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) —  Start tahapan lanjutan Pilkada 2020 sudah diputuskan akan dimulai 15 Juni mendatang. Dengan demikian, seluruh stakeholder kepemiluan hanya memiliki waktu 18 hari untuk menyiapkan anggaran untuk keperluan protokol kesehatan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman mengatakan, per 15 Juni 2020, petugas ad hoc baik di level Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) sudah mulai diaktifkan. Dan sekitar sepekan kemudian, pelaksanaan verifikasi faktual dukungan bakal pasangan calon perseorangan sudah dilaksanakan.

Sebagaimana rancangan yang disiapkan KPU, dalam pelaksanaan verifikasi faktual petugas perlu dibekali alat pelindung diri (APD) dasar seperti masker, sarung tangan dan hand sanitizer. Dia berharap, anggaran dan alatnya sudah harus tersedia sebelumnya.

"Harus dipenuhi di bulan Juni untuk keperluan PPK/PPS maupun petugas PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih)," ujarnya dalam diskusi virtual kemarin (28/5).

Selain itu, pihaknya juga tengah menggodok rencana menggelar pengetesan bebas Covid-19 sebelum petugas menjalankan tugas turun lapangan.

"Sebelum turun kita ingin pastikan sehat," imbuhnya. Bentuknya bisa rapid test ataupun swab jika memungkinkan.

Terkait jumlah anggaran, Arief menyebut keperluannya berpotensi melebihi angka Rp535,9 miliar yang sebelumnya disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (27/5) lalu. Selain kebutuhan tes bebas Covid-19 , pihaknya juga akan menambah anggaran untuk penyediaan alat coblos sekali pakai.

"Seperti tusuk gigi, tapi tusuk gigi dipakai lubangnya terlalu kecil. Lubangnya sebesar sumpit bisa saja. Tentu akan menambah biaya," tuturnya.

Untuk kepastiannya, KPU akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Kesehatan dan Gugur Tugas. Jika diputuskan sendiri, Arief khawatir kualitas protokol kesehatan yang disusun masih di bawah standar pengamanan sehingga berbahaya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengusulkan agar pengadaan keperluan APD tidak disiapkan jajaran penyelenggara. Namun dilakukan oleh pemerintah.

Selain untuk memastikan standarnya, cara itu akan memudahkan penyelenggara, mengingat kepastian anggarannya belum jelas.(far/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Dari Kehilangan ke Kebahagiaan, Wako Pekanbaru Beri Motor untuk Sandro

Sandro, warga disabilitas di Pekanbaru, terharu terima motor baru dari wali kota setelah kehilangan akibat…

1 hari ago

Wako Pekanbaru Tegas: Gaji ASN dari Uang Rakyat, Harus Kerja Maksimal!

Ratusan ASN Pekanbaru resmi jadi PNS. Wako ingatkan gaji berasal dari uang rakyat dan minta…

1 hari ago

Layanan KTP di Pekanbaru Hampir Dua Pekan Gangguan, Warga Keluhkan Antrean Lama

Layanan KTP dan KIA Disdukcapil Pekanbaru terganggu hampir dua pekan. Antrean panjang terjadi, warga keluhkan…

1 hari ago

Pasca Kebakaran Hebat, Ratusan Warga Pulau Kijang Dapat Bantuan Sembako

Sebanyak 106 KK korban kebakaran di Pulau Kijang mulai menerima bantuan darurat. Pemerintah fokus penuhi…

1 hari ago

Polisi Bongkar Penimbunan Solar di Pelalawan, 13,6 Ton Disita!

Polisi ungkap penimbunan 13,6 ton solar subsidi di Pelalawan. Satu pelaku diamankan bersama barang bukti…

1 hari ago

Lift Barang Jatuh dari Lantai 7, Tiga Pekerja Kritis

Lift proyek RS Santa Maria jatuh dari lantai tujuh. Tiga pekerja luka berat dan dirawat…

2 hari ago