Categories: Politik

Gede Pasek Ungkit Pidato SBY dari Jeddah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bara di tubuh Partai Demokrat belum menunjukkan tanda-tanda mendingin. Saling debat tentang sejarah dan kesahihan partai antara kubu pendukung dengan penentang kelompok Cikeas terus mengemuka di ruang publik. 

Teranyar, mantan politikus Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika kembali mengungkap kisah lawas tentang "kudeta" terhadap Anas Urbaningrum (AU). Gede Pasek dikenal sebagai sahabat dekat mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. 

Pidato Jedah itu fakta, sprindik bocor juga fakta, rapat MTP di Cikeas nonaktifkan AU adalah fakta, Rapimnas di Sahid tdk diteken AU juga fakta, BW bersama Cikeas saat ini juga fakta. Jika ada fakta yg bantah itu semua silakan dihadirkan di publik. Fakta-fakta itulah sejarah brutal,” kata Gede Pasek melalui akun Twitter.

Pidato dari Jeddah sebelumnya pernah diungkap sekjen Perhimpunan Pergerakan Indonesia ini. Pidato tersebut diucapkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), petinggi Partai Demokrat, yang dipersepsikannya sebagai bentuk desakan untuk melengserkan Anas. 

Pasek menuturkan ada semacam rangkaian untuk mencopot Anas dari kursi ketua umum Demokrat. Salah satunya melalui penetapan tersangka kasus Hambalang. Anehnya, sebelum penetapan itu muncul kasus sprindik bocor dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketika kasus itu mencuat, kebetulan salah satu pimpinan KPK yakni Bambang Widjojanto (BW). 

Oleh Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, BW kini ditunjuk sebagai kuasa hukum untuk melawan kubu Moeldoko dkk. 

Gede Pasek menegaskan tidak ikut campur dengan konflik Partai Demokrat. Apa yang disampaikannya selama ini hanya sebatas meluruskan sejarah, terutama yang menyangkut tentang Anas Urbaningrum.

“Sebagai Sekjen PPI, urusan saya adalah menjaga fakta sejarah perjuangan @anasurbaningrum sampai dapat keadilan. Urusan rebutan partai biar itu jadi urusan mereka saja. Bukan urusan kita,” tulis Pasek lagi. 

Politikus asal Buleleng ini pun mempertanyakan ketika dirinya mengungkap fakta sejarah, banyak orang menghindari. Dia kembali menegaskan tidak ada urusan dengan perebutan Partai Demokrat saat ini. 

Karena memang tidak ada urusan dengan itu. Saya hanya urus & pastikan FAKTA SEJARAH yg terjadi pada @anasurbaningrum bisa hadir dengan jernih. Jika bersinggungan itu semata karena fakta sejarahnya saja. #DahGituAja,” kata Pasek di akun media sosialnya.

Sumber: JPNN/News/JPG
Editor: Hary B Koriun
 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

15 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

15 jam ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

16 jam ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

16 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago