Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Dalam Kongres PDI Perjuangan tahun 2010, Megawati merupakan formatur tunggal yang memiliki hak prerogatif. Megawati juga merupakan ketua umum yang sangat konstitusional.
Namun demikian, kata anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Maruarar Sirait, saat menghadapi Pilpres 2014, Megawati tak memilih dirinya untuk menjadi Capres. Pun demikian dalam Pilpres 2019.
’’Di saat ketua umum partai lain banyak yang mewacanakan mencalonkan dirinya sendiri atau malah memang mencalonkan dirinya, Mbak Mega justru memilih Jokowi untuk menjadi capres,’’ kata Maruarar.
Hal ini, tegas Maruarar, menunjukkan bahwa Megawati tak pernah mementingkan kehendak pribadi. Sebab Megawati selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. ’’Mbak Mega merupakan sosok negarawan, Pancasilais sejati, di saat yang sama juga merupakan figur petarung yang sangat ideologis,’’ tegas Ara, demikian ia disapa.
Dalam hal sikap politik, sambung Maruarar, Megawati juga merupakan sosok yang sangat bijaksana. Megawati juga selalu menjadikan mata hatinya sebagai arah politik yang ditempuh. ’’Megawati bukan hanya teladan bagi PDI Perjuangan melainkan juga bagi semua politisi se-Indonesia,’’ tegas pria yang akrab disapa Ara itu.
Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.
Universitas Riau mewisuda 1.891 lulusan dan mengajak alumni menjadi generasi adaptif, inovatif, serta berdaya saing.
PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.