Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut ada oknum pejabat Istana yang menekan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar mempercepat pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu Serentak 2019.
’’Diduga percepatan hasil rekapitulasi suara Pilpres yang diumumkan, diperintah oleh oknum Istana inisial W dan HP agar mengelabui masyarakat yang akan melakukan protes dan menolak hasil Pilpres 2019,’’ kata Arief di Jakarta, Selasa (21/5/2019).
Dia menilai dengan kondisi tersebut, jelas KPU mau lepas tangan dan menciptakan ketidakberesan dalam ketatanegaraan. Di mana dengan hanya 92 persen suara masuk, lembaga pimpinan Arief Budiman sudah menetapkan hasil suara Pilpres.
’’Artinya pemerintahan yang dibentuk dari pilpres 2019 tidak sah alias ilegal. Diduga delapan persen suara yang tersisa yang belum masuk Situng dan dijadikan 100 persen dalam hitungan rekapitulasi adalah suara-suara setan alas yang dimanipulasi oleh KPU untuk memenangkan paslon 01,’’ katanya. Oleh karena itu, pihaknya besok akan meminta polisi untuk menangkap semua komisioner KPU yang sudah melakukan tindak pidana kejahatan pemilu dan menipu rakyat.
Dosen Universitas Dumai, Lis Hafrida, raih penghargaan Tokoh Perempuan Pelopor Pendidikan 2026 pada momentum Hari…
Retribusi air SPAM Durolis di Rohil mulai diberlakukan Mei 2026 setelah sebelumnya gratis bagi ratusan…
Polisi razia PETI di Kampar Kiri dan menemukan 6 rakit tambang emas ilegal di Sungai…
Halte Trans Metro Pekanbaru dipenuhi coretan vandalisme, warga keluhkan kenyamanan dan minta tindakan tegas dari…
Adhi Prabowo resmi dilantik sebagai Wakajati Riau menggantikan Edi Handojo yang mendapat promosi ke Kejaksaan…
Sebanyak 8 pejabat tinggi pratama Pemkab Indragiri Hulu dilantik usai seleksi terbuka, dorong percepatan pembangunan…