Categories: Politik

AMRB Kembali Demo KPU Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu (AMRB) kembali beraksi di KPU Kota, Jalan Arifin Achmad, Jumat (19/7).
Tuntutannya pun masih sama dengan aksi yang digelar sebelumnya Kamis (4/7) lalu. AMRB meminta agar KPU menindaklanjuti laporan dugaan suap saat pemilihan legislatif 17 April 2019 lalu terhadap ketua PPS berinisial IS yang dilakukan oknum caleg berinisial NJ.

Di aksi kedua kemarin, pihak KPU Pekanbaru  meminta agar perwakilannya menyampaikan dengan gamblang. 10 perwakilan  AMRB pun masuk dalam gedung KPU Pekanbaru berdiskusi dengan Ketua KPU Pekanbaru Anton Merciyanto. Usai pertemuan, Koordinator Massa Aksi AMRB, Mutakin Nasri mengatakan adanya kesalahpahaman komunikasi atas pelanggaran yang ditangani oleh pihak KPU Pekanbaru mengenai ketua PPS berinisial IS.

“Kami sudah melakukan pertemuan bersama ketua KPU Kota Pekanbaru, ternyata dugaan kami salah persepsi. Yang ditangani KPU tidak ada kaitannya dengan kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan IS, tetapi yang ditangani KPU mengenai pelanggaran kode etik pemilu yang dilakukan IS,” sebutnya.

Kemudian katanya, dari pengakuan ketua KPU, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menindaklanjuti kasus dugaan gratifikasi yang dilakukan oknum DPRD Provinsi terpilih NJ. “Jadi ketua KPU mengarahkan agar kami mengawal proses hukum yang sedang berjalan di Polresta Pekanbaru mengenai kasus NJ dan IS ini,’’ ujarnya.

‘’Selain itu beliau juga mengatakan apabila sudah ada putusan dari pengadilan bahwa NJ dan IS terbukti melakukan gratifikasi atau suap maka yang berwenang mendiskualifikasi adalah  KPU Provinsi Riau. Jadi kami saat ini akan menunggu proses di Polresta dan KPU Provinsi Riau,” tambahnya.

Terpisah Ketua KPU Kota Pekanbaru, Anton Merciyanto, saat dikonfirmasi mengakui memang ada menangani kasus IS tapi terkait kode etik bukan kasus gratifikasi ataupun suap. “Ya benar. Kami tangani kasus IS tapi bukan masalah suap, melainkan masalah kode etik pemilu. Di mana mereka minta agar oknum DPRD Riau didiskualifikasi. Sementara wewenang kita tidak sampai ke sana. Kalau ketua PPS terkait sanksi kode etik baru bisa,” ucapnya.

Adapun tuntutan yang disampaikan AMRB meminta agar KPU Pekanbaru menindaklanjuti terkait pelanggaran pemilu 2019 yang lalu, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan lainnya. Kemudian, meminta agar KPU Pekanbaru melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga tuntas terkait dugaaan oknum caleg DPRD Provinsi Riau bernama NJ yang diduga melakukan penyuapan terhadap oknum petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Lalu, meminta agar KPU Kota Pekanbaru mengusut dugaan penerimaan suap yang dilakukan oleh ketua KPPS Kelurahan Pesisir, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru. Lebih lanjut, pihaknya berjanji akan melanjutkan aksi kembali dengan massa yang lebih banyak apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti.(*3/das)

Editor: Eko Faizin

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

23 jam ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

3 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

3 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

3 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

3 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

3 hari ago