Categories: Politik

Jaksa Agung Ganti, Muncul Menteri Investasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Rasa penasaran publik atas siapa putra putri terbaik negeri yang masuk dalam gerbong Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode II sebentar lagi akan terjawab. Dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media utama di Istana Merdeka kemarin, Presiden Jokowi sudah menyelesaikan penyusunan kabinetnya."Sudah final dan saya akan umumkan secepatnya, sebelum pelantikan (20 Oktober, red), ada 34 pos kementerian, ada yang baru, ada yang digabung," rinci  Jokowi beberapa saat setelah mempersilakan para pemimpin redaksi duduk melingkari  meja panjang di ruang utama istana.

Acara yang dikemas dalam bentuk makan siang bersama itu selanjutnya diisi dengan penjelasan Jokowi tentang profil kabinet kerja. "Rumusnya 55 : 45," sebutnya terkait komposisi sumber daya manusia (SDM) dari kalangan profesional dan dari wakil partai politik (parpol). Nama-nama yang dipilih dan parpol sudah diberitahu soal susunan kabinet tersebut.

Harapan parpol di luar koalisi parpol pendukung Jokowi di pemilihan presiden lalu masuk kabinet juga dipastikan menguncup kemarin. Jokowi menegaskan, dengan dukungan parpol koalisi (PDI-P, Partai Nasdem, Partai Golkar, PKB, PPP, Partai Hanura, PKPI, PSI, Partai Perindo, dan PBB) dirinya sudah mendapat perolehan suara sekitar 62,71 persen suara nasional atau 60,3 persen kursi parlemen. Jumlah dukungan ini lebih besar dibandingkan saat Jokowi  menjadi kepala daerah, baik itu wali kota Solo atau gubernur DKI Jakarta.

"Jika Gerindra masuk akan 74 persen, terlalu besar, buat apa ?" tanya kader PDIP itu.

Untuk informasi, saat menyusun kabinet kerja 2014–2019, Presiden Jokowi juga menetapkan jumlah pos kementerian 34. Dari jumlah tersebut, 15 (44 persen) menteri berlatar belakang partai politik dan 19 (56 persen) non-partai politik. Dalam perjalanannya, Jokowi melakukan pergantian di tengah jalan (reshuffle kabinet) sebanyak tiga kali. Salah satu catatan buruk dari kinerja kabinet kerja periode I adalah ada empat menteri terseret kasus korupsi. Mereka adalah Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.      

Jokowi menjamin, kalangan profesional yang dipilihnya sendiri teruji keandalannya. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah kemampuan manajemen dan mengeksekusi (program/kebijakan) di lapangan.  "Saya menyeleksi 60 nama, banyak yang pintar, masih muda-muda, kalau disuruh ngomong dan presentasi meyakinkan. Sayang, setelah dicek track record-nya, pengalaman manajerial dan mengeksekusi program nol," ungkap ayah 3 anak dan kakek 2 cucu itu.(kim/jpg)

>>>Selengkapnya baca koran Riau Pos

Editor: Arif Oktafian

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tragedi Bocah 9 Tahun Meninggal di Jalan Sontang-Duri, Himarohu Riau: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Meninggalnya bocah 9 tahun setelah terjebak di Jalan Sontang-Duri memicu sorotan. Himarohu Riau mendesak Pemprov…

7 jam ago

Monyet Liar Terus Teror Warga Tembilahan Hilir, 10 Orang Jadi Korban

Korban gigitan monyet liar di Tembilahan Hilir bertambah menjadi 10 orang. Tim gabungan mengintensifkan pencarian…

7 jam ago

Polres Kuansing Gencarkan Pemberantasan PETI, 48 Rakit Dimusnahkan dalam 7 Hari

Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…

19 jam ago

Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026, Raih 4 Emas di Malaysia

Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…

22 jam ago

RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam Pertahankan Akreditasi JCI untuk Keempat Kalinya

RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam berhasil mempertahankan akreditasi internasional JCI untuk keempat kalinya, bertepatan…

23 jam ago

Polres Inhu Gerebek Empat Pengedar Narkoba, Satu Tersangka Ternyata ASN

Polres Inhu menangkap empat tersangka pengedar narkoba, termasuk oknum ASN. Polisi menyita sabu 12,94 gram,…

23 jam ago