Categories: Politik

Yandri: Amien Rais Posisinya Tetap yang Tertinggi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Nama pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais disebut tak masuk dalam stuktur kepengurusan PAN 2020-2025 hasil Kongres ke-5 Kendari, yang telah mengantongi SK Menteri Hukum dan HAM.

Menurut politikus PAN Yandri Susanto, sesuai penjelasan Ketum PAN Zulkifli Hasan, posisi ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) yang sebelumnya dijabat Amien, sekarang dipercayakan kepada Hatta Rajasa. Sedangkan ketua Dewan Kehormatan dijabat Soetrisno Bachir.

"Nah, persoalan posisi Pak Amien, Bang Zul sampaikan bahwa Pak Amien tetap spesial di PAN. Dan kalau istilah saya itu Pak Amien tetap tertinggi, enggak ada yang bisa menandingi siapa pun. Walaupun mungkin enggak ada di struktur tetapi fungsi dan keberadaannya enggak ada yang bisa menandingi. Jadi pak Amien tetap yang tertinggi," ujar Yandri di Jakarta, Rabu (11/3).

Yandri yang di pengurusan lalu menempati posisi ketua DPP, menyebutkan bahwa sosok Amien tetap spesial karena mantan ketua MPR RI itu merupakan pendiri partai berlambang matahari terbit.

"Iya dia pendiri PAN, terus tokoh sentral di PAN. Orang tua kami semua. Jadi enggak bisa ada yang gantikan Pak Amien. Itu secara substansi. Tapi kalau di struktural ya mungkin di situ ada rotasi atau perkaderan. Dan itu kan kader-kader Pak Amien semua," jelas politikus Senayan ini.

Soetrisno Bachir, kata Yandri, merupakan kadernya Amien Rais. Begitu juga Hatta Rajasa, bahkan Zulkifli Hasan yang menjadi ketum PAN dua kali berturut-turut juga kadernya Amien.

Saat ditanya posisi kubu rival Zulkifli Hasan di Kongres Kendari, seperti Mulfachri Harahap dan Hanafi Rais, Yandri berdalih belum mengetahui struktur kepengurusan secara utuh karena belum diumumkan oleh ketum selaku formatur tunggal.

"Kalaupun memang ada beberapa nama yang tidak masuk, itu karena slot untuk jadi pengurus tentu terbatas. Di AD/ART saja sudah dicantumkan wakil ketua umum sebanyak-banyaknya 5 orang, berarti kan enggak boleh lebih dari 5," jelas Yandri.

Namun demikian, politikus asal Banten, ini menekankan bahwa bagi kader yang tidak masuk kepengurusan, bukan berarti mereka disingkirkan.

"Bukan berarti enggak masuk kepengurusan itu dipinggirkan atau ditinggalkan," tandas Yandri.(fat/jpnn)

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

7 jam ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

16 jam ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

16 jam ago

Gaji Juni dan Gaji Ke-13 ASN Rohul Cair Bulan Ini

Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…

16 jam ago

40 Bikers Honda Adu Kemampuan di Safety Riding Regional Competition 2026

Sebanyak 40 bikers Honda dari berbagai komunitas mengikuti Safety Riding Regional Competition 2026 di Kampar…

16 jam ago

RS Awal Bros Pekanbaru Raih Penghargaan Menteri Kesehatan atas Capaian Imunisasi Nasional

RS Awal Bros Pekanbaru menerima penghargaan Menteri Kesehatan RI atas capaian layanan imunisasi program terbanyak…

16 jam ago