Nasdem Dinilai akan Jadi ‘Bad Boy’ Pengkritik Jokowi
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa waktu terakhir publik terentak dengan manuver politik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang bertemu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Manuver Paloh mulai dilakukan setelah pengumuman Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo.
Direktur Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menilai, manuver Surya Paloh dengan merangkul Sohibul Iman dan menghardikan Anies Baswedan menuai banyak pertanyaan. Walau melancarkan berbagai serangan tersebut, Surya Paloh dan Nasdem dinilai masih akan tetap berada di dalam koalisi Jokowi.
Pakar politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini menuturkan, meski partai pimpinan Surya Paloh berada di dalam pemerintahan, namun sikap Nasdem akan banyak mengkritik Jokowi pada periode kedua.
“Walaupun Nasdem ada di koalisi Jokowi, namun Nasdem sepertinya akan jadi anak nakal, ‘bad boy’. Akan banyak mengkritik Jokowi dan kebijakan-kebijakannya dari dalam koalisi,” ucap Ujang.
“Di saat yang sama, walau ada dalam barisan koalisi Jokowi, Nasdem akan mencari teman dari pihak oposisi,” sambungnya.
Menurut Ujang, manuver yang dilakukan Paloh karena merasa kecewa dengan Presiden Jokowi. Khususnya terkait pemilihan Jaksa Agung. “Jaksa Agung yang tadinya kader Nasdem. Saat ini posisinya diberikan ke PDIP, Nasdem juga kecewa. Dalam penyusunan kabinet, Surya Paloh tak diajak bicara dan Nasdem dapat jatah tiga menteri yang tidak strategis,” terang Ujang.
Kekecewaan lainnya Nasdem terhadap Jokowi, lanjut Ujang, karena mengajak Gerindra masuk ke dalam koalisi pemerintahan. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, yang merupakan rival pada Pilpres 2019, justru diberi posisi menteri pertahanan.
“Masuknya Gerindra telah menguubah peta politik internal koalisi Jokowi,” pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
“Akan sangat merugikan jika Nasdem keluar dari koalisi Jokowi. Namun, Nasdem takkan menjadi pendukung yang loyal seperti di periode sebelumnya,” kata Ujang dikonfirmasi, Minggu (10/11).
Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…
Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…
Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…
Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…
Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…