Categories: Politik

Karier Politik Prabowo Bisa Berakhir karena Natuna

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bisa anjlok menuju Pilpres 2024, jika tak bijak berargumentasi seputar provokasi Cina di perairan Natuna.

"Prabowo memang terkesan kurang tegas. Seharusnya mengambil momentum untuk tegas kepada Cina yang telah mengganggu kedaulatan di laut Natuna. Dalam hal Natuna, Prabowo salah langkah, popularitas dan elektabilitasnya akan terganggu," ujar Ujang kepada jpnn.com, Rabu (8/1).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini bahkan kemudian menilai wajar anjuran Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis, agar Presiden Joko Widodo sebaiknya mencopot Prabowo dari jabatan menhan.

"Saya melihat justru yang mengambil momentum Mahfud MD sebagai Menko Polhukam dan Jokowi sebagai presiden yang dianggap sangat tegas soal Natuna," ucapnya.

Lebih lanjut dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini menilai, jabatan Menhan sebenarnya sangat efektif untuk meningkatkan elektabilitas Prabowo, jika ingin kembali maju sebagai calon presiden di 2024 mendatang.

"Seharusnya bisa efektif, tetapi tergantung Prabowo bisa menggunakan panggung politik atau momentum politik ke depan dengan cantik. Jika Prabowo bisa memoles langkahnya dengan apik dalam posisinya sebagai Menhan, maka peluang di 2024 terbuka," ucapnya.

Namun, jika salah langkah, peluang Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu berjaya di Pilpres 2024 hanya sekadar menjadi angan-angan. Apalagi, kata Ujang kemudian, jika banyak kebijakan yang diambil Prabowo selama menjabat Menhan tidak disukai masyarakat, maka mimpi menjadi presiden tak akan pernah terwujud.

Sumber: Jpnn.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

20 jam ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

23 jam ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

1 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

1 hari ago

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

2 hari ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

2 hari ago