Categories: Politik

Di Depan DPR, Panglima TNI Berkomitmen Remajakan Kapal Selam

JAKARTA (RIUAPOS.CO) – Insiden KRI Nanggala-402 menjadi pokok pembahasan saat Komisi I DPR mengundang panglima TNI dan kepala staf TNI Angkatan Laut (KSAL) dalam rapat kerja kemarin (6/5). Peremajaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi perhatian para anggota dewan dan TNI.

Raker yang dimulai sekitar pukul 13.00 itu dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari. Raker tersebut berlangsung tertutup. Namun, bagian awal raker bersifat terbuka. Kharis menjelaskan, agenda utama raker adalah terkait peristiwa yang memunculkan duka bagi rakyat Indonesia baru-baru ini. "Agenda mendengarkan penjelasan berkaitan dengan peristiwa KRI Nanggala-402. Kami mohon penjelasan secara komprehensif," ujarnya.

Sebelum pembahasan secara tertutup, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan beberapa pokok pembahasan yang bakal dibicarakan dalam rapat tersebut. Setidaknya ada tiga hal yang dibicarakan. "Kita akan bahas tiga agenda. Pertama soal Nanggala, kedua kondisi terkini alutsista TNI-AL, dan rencana modernisasi alutsista TNI, khususnya kapal selam," ungkapnya.

Hadi menyatakan, TNI bermaksud melakukan peremajaan dan evaluasi alutsista. Hal itu perlu dibahas serius menyusul insiden kapal selam yang dibuat pada 1978 tersebut. "Saat ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi kondisi alutsista TNI. Khususnya kapal selam yang dimiliki TNI-AL dan langkah-langkah untuk melanjutkan modernisasi kapal selam," tuturnya.

KSAL Laksamana Yudo Margono menambahkan, KRI Nanggala-402 telah menjalani perawatan overhaul di Korea Selatan pada 2012. 

"Setiap tahun dilaksanakan proses pemeliharaan tingkat menengah hingga 2020 dan docking dalam rangka latihan 2021," ucapnya. KRI tersebut juga sering digunakan dalam rangka latihan penembakan torpedo SUT. 

Jika dilihat dari kesiapan, Yudo menegaskan bahwa KRI Nanggala-402 masih layak digunakan dalam rangka latihan. KRI itu telah memenuhi uji kelayakan dan melaksanakan tugas tempur tingkat satu maupun tingkat dua.

Yudo menjelaskan, saat kejadian, komunikasi dengan KRI Nanggala-402 terputus sekitar pukul 05.00 Wita. Dia saat itu langsung memerintahkan pencarian dan melaporkan kejadian tersebut kepada panglima TNI dan presiden. "Kami sampaikan bahwa kami KSAL bertanggung jawab atas kejadian ini," katanya. (deb/c9/bay/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Cegah Abrasi Sungai Indragiri, Mahasiswa ITB-I Tanam 100 Pohon

Mahasiswa ITB-I bersama Forkopimda Inhu menanam 100 pohon di bantaran Sungai Indragiri sebagai upaya mencegah…

18 jam ago

Generasi Terbaru Honda Vario 125 Hadir di Pekanbaru dengan Varian Street

PT CDN meluncurkan All New Honda Vario 125 di Pekanbaru dengan desain baru dan varian…

19 jam ago

Sambut Imlek 2577, PBBI dan PKMR Gelar Baksos di Rokan Hilir

PBBI dan PKMR menggelar baksos Imlek 2577 di Rohil dengan pembagian sembako serta layanan pengobatan…

19 jam ago

Energi Mega Persada Bangga Dukung Riau Pos Fun Bike 2026

Energi Mega Persada menyatakan kebanggaannya menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk dukungan…

19 jam ago

Laporan Warga, Wawako dan Kapolresta Cek Dugaan Pesta Waria di New Paragon

Pemko dan Polresta Pekanbaru mendatangi New Paragon KTV menyusul laporan masyarakat terkait dugaan kontes waria…

20 jam ago

RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi

RS Awal Bros Sudirman menghadirkan layanan neurorestorasi berbasis TMS sebagai harapan baru pemulihan pasien stroke…

20 jam ago