Categories: Politik

Nadiem Yakin Programnya Akan Dilanjutkan Pemerintahan Baru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mendapat sejumlah pertanyaan terkait program makan siang (maksi) gratis saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, di Jakarta, kemarin. Pertanyaan ini dilayangkan sejumlah anggota dewan lantaran diisukan bakal menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Pertanyaan ini diawali oleh Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira yang menyampaikan harapannya agar kebijakan-kebijakan yang sudah baik di Kemendikbudristek bisa diteruskan kembali nantinya. Bukan ganti menteri, ganti kebijakan. Sebab dikhawatirkan para siswa yang paling akan terdampak.

Dia kemudian mencontohkan dengan program maksi gratis yang rencananya bakal mengambil porsi dari anggaran dana BOS. Seperti diketahui, program ini merupakan gagasan pasangan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

”Kan belum apa-apa, belum selesai pemilu, sudah ada hal yang berkaitan dengan makan siang gratis masuk dana BOS. kan repot kita mau memperdebatkan dan mempertanggungjawabkan seperti ini,” ujarnya.

Belum lagi, kata dia, anggaran makan siang gratis ini jauh lebih tinggi dari anggaran program Kemendikbudristek. Dia bahkan mengusulkan dibentuk kementerian sendiri khusus menangani maksi gratis ini.

”Ketimbang kita harus masukkan ke pipa dana bos yang jumlah angkanya sedikit dengan dijejali dengan anggaran yang begitu besar, sementara sekolah-sekolah harus bertanggung jawab dengan itu nantinya,” keluhnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian juga turut meminta agar Mendikbudristek Nadiem memberikan jawaban soal itu. Dia berharap, hal ini bisa diluruskan.(jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

2 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kian Pekat, 2.220 Warga Pelalawan Terserang Penyakit ISPA

Dampak kabut asap karhutla di Pelalawan sebabkan 2.220 warga terserang ISPA. Pemkab Pelalawan menyiagakan posko…

3 jam ago

Kualitas Udara Memburuk, Kasus ISPA di Kabupaten Kampar Tembus 1.740 Pasien

Kualitas udara Bangkinang masuk kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap karhutla. Dinkes Kampar mencatat…

3 jam ago

PSPS Pekanbaru vs Persiraja Banda Aceh: Momentum Asykar Bertuah Bangkit di Laga Kandang

Gagal meraih poin di laga pembuka, PSPS Pekanbaru fokus melakukan evaluasi total jelang laga kandang…

3 jam ago

Menggugah Selera, Grand Elite Hotel Pekanbaru Hadirkan Menu Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang

Grand Elite Hotel Pekanbaru menghadirkan promo menu nusantara Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang lezat buatan…

12 jam ago

Operasional 1.276 SPPG Dihentikan Sementara, BGN Pastikan Pasokan Makan Bergizi Gratis Tetap Aman

Badan Gizi Nasional menindak tegas 1.276 SPPG dengan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum memenuhi kriteria…

12 jam ago