Categories: Politik

Ketua MPR Ingatkan Hati-Hati Susun Kurikulum

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo meminta pemerintah berhati-hati dalam menyusun kurikulum. Dia tidak ingin kelalaian hilangnya mata pelajaran (mapel) Pancasila dan bahasa Indonesia terulang.

Hal tersebut disampaikan Bambang saat mengisi webinar memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diselenggarakan Universitas Terbuka (UT) kemarin (3/5). "Saya berharap tidak mengulang kelalaian dan kealpaan menempatkan mata pelajaran Pancasila dan bahasa Indonesia," katanya.

Menurut sosok yang akrab disapa Bamsoet itu, mapel Pancasila dan bahasa Indonesia di semua jenjang merupakan rujukan moral dalam pendidikan nasional. Dia juga menegaskan, di dalam UUD 1945 sudah diamanatkan, Pancasila dan bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran atau mata kuliah wajib.

Luputnya dua mapel dalam Peraturan Pemerintah (PP) 57/2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) itu harus menjadi koreksi bersama. Bamsoet menyambut baik akhirnya Kemendikbudristek merevisi PP tersebut. Dia menegaskan, pendidikan harus mencetak SDM secara menyeluruh. Baik itu kemampuan akademik maupun karakternya.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi memandang perlu adanya penguatan pendidikan karakter. Menurut dia, pendidikan di Indonesia telah mengalami kemunduran. Mulai urusan akademik sampai karakter. "Buktinya, korupsi makin merajalela, tawuran pelajar, peredaran narkoba, dan lainnya," kata dia.

Menurut Unifah, salah satu penyebab kemunduran pendidikan di tanah air adalah terlalu menekankan urusan administrasi. Mulai urusan kurikulum, penggunaan anggaran, sistem evaluasi dan kelulusan, hingga dana bantuan sekolah dan berbagai persoalan administrasi lainnya.

Bahkan, guru seakan terjebak urusan administrasi. Misalnya dikejar target kurikulum yang menguras tenaga. Kemudian juga dituntut membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM), dan menjalankan analisis hasil ulangan (AHU). "Urusan tersebut menuntut konsentrasi tinggi,"ujarnya.(wan/c9/bay/jrr)

Laporan JPG, Jakarta

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Happy School Holiday Hadir, Nikmati Staycation Keluarga Nyaman di Khas Pekanbaru Hotel

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo Happy School Holiday mulai Rp485 ribu per malam untuk menemani…

19 jam ago

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Agung Nugroho Ajak ASN Perkuat Semangat Melayani

Wako Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ASN menjadikan nilai Pancasila sebagai landasan kerja dan pelayanan publik…

19 jam ago

Unri Gelar MUED 2026, Dorong Kerja Sama Berkelanjutan dengan Dunia Industri dan Pemerintahan

MUED 2026 menjadi ajang Universitas Riau memperkuat kolaborasi berkelanjutan dengan mitra strategis melalui inovasi dan…

19 jam ago

Wabup Rohul Sidak PKS, Temukan Harga TBS Sawit Masih di Bawah Ketetapan Pemprov Riau

Wabup Rohul menemukan harga TBS sawit di sejumlah PKS masih di bawah ketetapan Pemprov Riau…

20 jam ago

MTQ Riau 2026 Siap Digelar di Kuansing, Sebanyak 816 Peserta Resmi Ditetapkan

Sebanyak 816 peserta MTQ ke-44 Provinsi Riau resmi ditetapkan. Kuansing sebagai tuan rumah mengklaim seluruh…

20 jam ago

Dua Anggota Polres Inhil Resmi Dipecat, Kapolres Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran

Dua personel Polres Inhil resmi diberhentikan tidak dengan hormat. Kapolres menegaskan komitmen penegakan disiplin dan…

20 jam ago