Categories: Politik

Jubir Partai Demokrat KLB Minta SBY dan AHY Minta Maaf ke Moeldoko

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Juru Bicara Partai Demokrat versi KLB, Muhammad Rahmad meminta supaya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Moeldoko.

Menurut Rahmad, ditolaknya kepengurusan hasil KLB oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) membuktikan Moeldoko tidak melakukan intervensi seperti yang selama ini dituduhkan.

"Sebagai hamba yang beriman dan menjelang puasa Ramadan mudah-mudahan SBY dan AHY menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Jokowi, pemerintah dan Bapak Moeldoko," ujar Rahmad kepada wartawan, Sabtu (3/4).

Oleh sebab itu, Rahmad berpesan kepada SBY dan AHY untuk jangan asal main tuduh kepada pemerintah dan Moeldoko. Gunakan politik yang santun untuk juga memberi edukasi ke masyarakat.

"Marilah kita menggunakan cara politik yang cerdas, bersih dan santun bukan cara-cara liar dan menebar kebohongan dan fitnah kepada masyarakat," katanya.

Selain itu Rahmad mengatakan, Moeldoko tidak menggunakan jabatannya sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) demi mendapatkan legalitas dari Kemenkumham. Moeldoko juga menerima keputusan dari Kemenkumham yang menolak kepengurusannya.

"Bapak Moeldoko taat hukum tidak pernah menyalagunakan jabatan sebagaimana yang dituduhkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya.

Rahmad juga mengimbau kepada seluruh kader Partai Demokrat untuk tetap solid dan bersatu di bawah kepemimpinan Moeldoko. Sebab keinginan Moeldoko dan semua kader adalah mengubah Partai Demokrat menjadi partai yang terbuka.

"Mari kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bersungguh-sungguh dengan ikhlas mengembalikan Partai Demokrat kepada khittohnya, yakni partai terbuka, demokratis, bersih, cerdas dan santun," tuturnya.

Sebelumnya, Menkumham Yasonna H Laoly menolak hasil kepengurusan Partai Demokrat di bawah komando Moeldoko.

"Pemerintah menyatakan permohonan pengesahan hasil KLB di Deli Serdang 5 maret 2021 ditolak," ujar Yasonna dalam jumpa pers, Rabu (31/3).

Yasonna menjelaskan alasan tidak mengesahkan kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko lantaran masih adanya administrasi yang tidak terpenuhi.

"Dari hasil verifikasi terhadap seluruh kelengkapan dokumen fisik masih terdapat beberapa belum dipenuhi antara lain perwakilan DPP DPC tidak disertai mandat dari ketua DPD dan DPC," katanya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kabut Asap Karhutla Memburuk, 2.394 Warga Indragiri Hulu Terserang Penyakit ISPA

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mencatat sebanyak 2.394 warga terserang ISPA akibat kabut asap karhutla…

16 jam ago

Tembus 1.687 Pelamar di Hari Pertama, Job Fair Perdana Rohul Dibanjiri Pencari Kerja

Sebanyak 1.687 pencari kerja memadati halaman Kantor Bupati Rokan Hulu pada hari pertama Job Fair…

16 jam ago

Tim Putra SMA Darma Yudha Pertahankan Gelar Juara Honda DBL 2026 Riau

Tim basket putra SMA Darma Yudha Pekanbaru sukses mempertahankan gelar juara Honda DBL with Kopi…

18 jam ago

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

2 hari ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

3 hari ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

3 hari ago