Categories: Politik

Dualisme PPP Belum Usai Jelang Muktamar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil muktamar Jakarta menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas). Acara dilangsungkan di Hotel Redtop Pacenongan, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11).

Ketua Umum PPP Mukhtamar Jakarta Humphrey Djemat mengatakan, dalam mukernas ini akan dibahas langkah-langkah penyatuan PPP yang saat ini masih terbelah dengan PPP hasil mukhtamar Pondok Gede. Dia memandang optimis islah bisa dilakukan.

Humphrey menyebut dirinya sudah bertemu dengan Ketua Umum PPP Mukhtamar Pondok Gede, Suharso Monoarfa. Pertemuan difasilitasi oleh dua senior partai Lukman Hakim dan Endin Soefihara.

“Saya bilang saya sudah lama menantikan pertemuan dengan Suharso. Saya akan menyambut baik pertemuan itu. Cuma saya minta pertemuan dilakukan penuh kekeluargaan dan di tempat netral,” kata Humphrey.

Saat bertemu, Suharso mencetuskan ajakan untuk bekerja bersama kepada Humphrey demi membangun PPP. “Saya ulurkan tangan saya kepada Suharso. Saya sudah nanti momen ini. Saya pikir itu yang terbaik. Kalau PPP ingin besar ya kita bersatu, saya ingin mukhtamar bersama,” imbuh Humphrey.

Tak sampai di situ, beberapa hari kemudian, Humphrey pun kembali menemui Suharso di kantor Bappenas. Disitu pembicaraan berjalan hangat, dan tidak spesifik membicarakan partai. Humphrey hanya menyampaikan PPP Muktamar Jakarta akan menggelar Mukernas pada 30 November 2019.

“Mukernas itu membicarakan langkah-langkah penyatuan kita (PPP, red). Karena saya nggak bisa jalan sendiri. Saya harus mengambil keputusan di Mukernas. Saya paham kata beliau (Suharso, red),” tambahnya.

Pertemuan kembali terjadi pada 16 November 2019 di kediaman senior partai Hamzah Haz di Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Di hadapan mantan Wakil Presiden itu, Suharso menyebut PPP sudah siap untuk islah.

“Kita sudah sepakat akan menyatukan PPP di mukhtamar bersama. Pak Hamzah bilang ‘kalau ketum PPP ini sudah bersama udah selesai dong masalahnya?’,” ucap Humphrey menirukan kalimat Hamzah Haz.

Atas dasar itu, Humphrey menilai mukernas kali ini dianggap begitu startegis. “Penyatuan PPP ini merupakan syarat mutlak untuk PPP menjadi besar dan kuat. Kembali kepada khittahnya untuk menjadi dasar PPP menyatu dan menjadi besar,” jelasnya.

Ia juga meminta agar ka­der­nya menghiraukan per­nyataan-pernyataan yang bernada negatif terkait upaya islah ini. Karena akan selalu ada pihak-pihak yang tidak suka terhadap rencana ini.

“Kalau ada statement-statement dari pihak tertentu yang menyatakan bahwa PPP itu tidak mau menyatu, atau PPP ini yang benar, PPP sana itu nggak benar, itu sudah lewat,” tegasnya.

Lebih jauh, Humphrey mengatakan, mukhtamar bersama rencananya akan digelar beberapa bulan setelah PPP Suharso menggelar mukernas pada 14 Desember 2019 mendatang. Menurut dia, penyatuan PPP tidak akan selesai dalam waktu singkat, namun diharapkan sudah bisa terjadi sebelum Pilkada 2020.

“Sebelum April 2020 In sya Allah kita harapkan sudah ada mukhtamar bersama yang mempersatukan PPP, sehingga kita sudah siap menghadapi pilkada nanti bulan September 2020,” pungkasnya.(jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

2 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

2 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

2 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

2 hari ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

2 hari ago