Categories: Pendidikan

Dosen UIR Ingatkan Ancaman Gempa Besar, Riau Tetap Harus Siaga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (UIR) menggelar sosialisasi kebencanaan di SMK Migas Teknologi Riau, baru-baru ini. Kegiatan yang dipimpin Catur Cahyaningsih ini membahas deretan gempa bumi besar dunia sekaligus menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.

Sejumlah gempa dahsyat yang terjadi sepanjang 2025 menjadi perhatian. Mulai dari gempa Mw 8,8 di Kamchatka, Rusia (30 Juli) yang memicu tsunami lintas Pasifik, gempa Mw 7,7 di Myanmar (28 Maret) yang merenggut ribuan korban jiwa, hingga gempa Mw 7,1 di Tibet, Tiongkok (7 Januari) yang menewaskan lebih dari seratus orang.

Menanggapi fenomena tersebut, tim UIR menjelaskan bahwa gempa bumi tidak menjalar dari satu negara ke negara lain. Namun, aktivitas tektonik global tetap saling berhubungan melalui pergerakan lempeng besar dunia. Ancaman bagi Indonesia, tegas mereka, berasal dari subduksi zona megathrust Sunda serta sesar-sesar aktif lokal, bukan dari rambatan gempa Myanmar, Tibet, atau Kamchatka.

Daerah paling berisiko gempa besar di Indonesia meliputi pesisir barat Sumatra, selatan Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Sesar aktif di Sumatra, Sulawesi, Maluku, dan Papua juga berpotensi memicu gempa merusak. Meski Riau berada di Paparan Sunda yang relatif aman, guncangan gempa dari wilayah Sumatra Barat atau lepas pantai masih bisa terasa.

Catur Cahyaningsih mengingatkan bahwa jarak dari sumber gempa bukan alasan untuk lengah. Bangunan bertingkat, tanah lunak, atau wilayah tepi sungai di Riau bisa memperkuat guncangan. “Fokus kami adalah memahami sumber bahaya, mengurangi risiko melalui bangunan yang lebih kuat dan tata ruang yang tepat, serta membangun budaya respon cepat. Kesiapsiagaan adalah investasi keselamatan,” ujarnya.

Meski risiko tsunami langsung di Riau rendah karena berhadapan dengan Selat Malaka, masyarakat yang beraktivitas di pesisir dan pulau terluar tetap disarankan mengetahui jalur evakuasi jika sedang berada di kawasan rawan. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih siap menghadapi bencana di masa depan.(nto/c)

Rindra

Recent Posts

Brazil adalah Brazil, Ancelotti Tetaplah Don Carlo

Carlo Ancelotti mulai menunjukkan sentuhan pragmatis bersama Brazil. Kini Selecao bersiap menghadapi ancaman Erling Haaland…

23 jam ago

Pecah Rekor 10 Tahun, Kafilah Inhu Sukses Tembus 4 Besar MTQ Riau 2026

Kafilah Inhu mencetak sejarah dengan finis di peringkat IV MTQ Riau 2026. Prestasi terbaik dalam…

23 jam ago

Bertemu Sahabat Lama, Rifat Sungkar Dukung Penuh Pengembangan Kota Pekanbaru

Rifat Sungkar menyatakan siap membantu Pemko Pekanbaru mewujudkan pembangunan sirkuit otomotif dan mendukung berbagai program…

24 jam ago

Besok Pagi! Bergerak Bersama Mitsubishi Motors dan Riau Pos Hadirkan Rifat Sungkar di Pekanbaru

Mitsubishi Motors bersama Riau Pos menggelar Bergerak Bersama di Grand Ubud Pekanbaru dengan beragam aktivitas…

2 hari ago

Pemko Pekanbaru Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Layanan Pengaduan SPMB Dibuka

Pemko Pekanbaru membuka layanan pengaduan dan jalur pemenuhan kuota SPMB SMP 2026 agar seluruh anak…

3 hari ago

PKL Kembali Menjamur di Sekitar Jembatan Siak IV, Satpol PP Pastikan Penertiban Berlanjut

PKL kembali bermunculan di Jalan Sudirman Ujung dekat Jembatan Siak IV. Satpol PP Pekanbaru menegaskan…

3 hari ago