Reffriandi, mahasiswa program studi sarjana terapan Teknologi Rekayasa Mekatronika Politeknik Caltex Riau (PCR) memperagakan pengoperasi kendali jarak jauh sistem penggerak senjata di areal kampus, Senin (9/9/2024).
RIAUPOS.CO – REFFRIANDI, mahasiswa program studi sarjana terapan Teknologi Rekayasa Mekatronika Politeknik Caltex Riau (PCR), berhasil mengembangkan sebuah inovasi berupa kendali jarak jauh untuk sistem penggerak senjata.
Alat ini dirancang untuk mengoperasikan senjata dari jarak jauh dengan menggunakan smartphone, yang diyakini dapat meningkatkan keamanan prajurit di medan perang.
Reffriandi mengungkapkan, ide untuk menciptakan prototipe senjata yang dapat dikendalikan dari jarak jauh ini terinspirasi dari film-film aksi.
’’Saya terinspirasi membuat alat ini dari film Sniper dan cita-cita saya dahulu yang ingin menjadi seorang tentara, penembak jitu. Selain itu, pengembangan alat ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan seorang prajurit yang berada di medan perang,’’ ungkapnya, Senin (9/9).
Prototipe ini menggunakan senjata mainan laras panjang yang dilengkapi dengan peluru aman berupa gel. Sistem kerjanya memungkinkan pengguna untuk mengoperasikan senjata tersebut dari jarak jauh melalui smartphone, mulai dari mengarahkan hingga menembak target. Alat ini juga dilengkapi dengan kamera yang menampilkan kondisi medan secara realtime, memberikan kendali penuh kepada pengguna.
Dalam pengembangan alat ini, Reffriandi menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan jaringan wifi.(lim)
Laporan HENNY ELYATI, Pekanbaru
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menggelar fun walk dalam rangka Dies Natalis ke-4 Tahun 2026 sebagai…
Sebanyak 50.681 peserta PBI JKN di Rohul yang dinonaktifkan sejak Februari 2026 mulai direaktivasi melalui…
Renovasi jembatan gantung di Tanjung Betung yang didukung Polri diharapkan memperlancar mobilitas warga dan menjadi…
PBBDD berhasil mengumpulkan 1.899 kantong darah dalam baksos donor darah di Pekanbaru, melampaui target untuk…
Insiden turis berbikini di Danau Rusa disorot tokoh adat Kampar yang mendesak pemerintah daerah memperjelas…
Satgas penertiban kabel FO telah dibentuk Pemko Pekanbaru. DPRD menunggu aksi nyata agar kota tidak…