Para pimpinan Universitas Hang Tuah Pekanbaru, mahasiswa, pimpinan Kecamatan Binawidya, pimpinan Puskesmas Simpangbaru, foto bersama usai pembukaan pengalaman belajar lapangan, Senin (5/1/2026). Humas UHTP untuk Riau Pos
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Sebanyak 150 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) resmi memulai pengalaman belajar lapangan (PBL) di Kecamatan Binawidya, Senin (5/1).
Kegiatan PBL tersebut mencakup PBL I, PBL II, dan PBL III yang diikuti oleh 26 kelompok mahasiswa. Para peserta disebar di dua kelurahan, yakni Kelurahan Binawidya dan Kelurahan Simpangbaru yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Simpangbaru.
Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Rektor UHTP Prof Dr Syafrani MSi, Dekan Fakultas Kesehatan Ns Abdurahman Hamid MKep Sp Kep Kom, Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat Dr Reno Renaldi SKM MKes, Camat Binawidya Indah Vidya Astuti SSTP, Kepala Puskesmas Simpangbaru drg Hidayani, lurah setempat, serta unsur TNI dan Polri. Turut hadir pula dosen pembimbing akademik dan pembimbing lapangan.
Dalam pelaksanaannya, PBL I difokuskan pada pengumpulan data dan identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat. Mahasiswa melakukan survei mendalam, mulai dari prevalensi penyakit menular, kondisi sanitasi lingkungan, pola gizi masyarakat, hingga berbagai persoalan kesehatan lainnya.
Selanjutnya, PBL II diarahkan pada tahap perencanaan dan intervensi, sedangkan PBL III menitikberatkan pada pelaksanaan monitoring serta evaluasi dari program yang telah dirancang.
Ketua Yayasan Hang Tuah Pekanbaru, dr H Zainal Abidin MPH, menekankan pentingnya keseimbangan antara teori dan praktik bagi mahasiswa. Menurutnya, praktik lapangan menjadi sarana untuk membumikan teori yang diperoleh di bangku kuliah.
“Pada praktik lapangan, mahasiswa akan berhadapan langsung dengan struktur organisasi pemerintah daerah, mulai dari bupati, wali kota, camat, lurah hingga kepala desa,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UHTP Prof Dr Syafrani MSi berharap mahasiswa dapat menjalankan PBL dengan baik, menjaga adab dan etika, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui edukasi kesehatan secara langsung.
“Program ini sekaligus memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat,” tutupnya. (nto/c)
Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…
Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…
Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…
SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…
PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…
Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…