Categories: Opini

Membangkitkan Kembali Wisata Sejarah Pekanbaru

Kota Pekanbaru adalah  salah satu kota di Provinsi Riau yang tumbuh dan berkembang dari sebuah pusat perdagangan di tepi Sungai Siak yang bernama Senapelan. Senapelan saat ini adalah sebuah kecamatan di Kota Pekanbaru yang memiliki wisata kota dengan tipologi destinasi pariwisata sejarah dan budaya.

Citra lokalitas budaya lokal serta nilai sejarah terhadap awal perkembangan Kota Pekanbaru yang saling terkait dan berhubungan, telah menjadikan Senapelan sebagai salah satu kawasan yang memiliki cukup banyak peninggalan Cagar Budaya seperti Rumah Singgah Tuan Kadi, Komplek Makam Marhum Pekan, Titik Nol Kota Pekanbaru, Bekas Pelabuhan lama, Masjid Raya, dan lainnya.

Pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal 2020 telah memberikan dampak pada sektor pariwisata di seluruh dunia, termasuk pada sektor pariwisata di Kota Pekanbaru. Tipologi wisata kota dalam bentuk destinasi wisata sejarah dan budaya yang sebelum pandemi memiliki daya tarik pada wisatawan tertentu, dirasakan semakin tenggelam auranya ketika terjadi pandemi Covid-19.

Pembatasan akses, pelarangan kerumunan, dan pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat pada ruang publik kota termasuk di dalamnya pada lokasi destinasi wisata, telah menjadikan destinasi wisata sejarah dan budaya di Senapelan tidak seramai biasanya.

Disadari ataupun tidak, pengembangan ekonomi lokal perkotaan dan tipologi wisata kota menjadi bagian penting dalam membentuk karakter destinasi wisata. Destinasi pariwisata sejarah dan budaya seperti yang terdapat di Senapelan merupakan suatu wujud tipologi wisata kota yang memiliki potensi dalam memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga penting untuk dapat bangkit kembali dan berkembang sebagai sebuah destinasi wisata sejarah dan budaya secara berkelanjutan pasca terjadinya pandemi Covid-19. Optimisme pengembangan wisata sejarah dan budaya di Senapelan pada masa yang akan datang berpeluang untuk bertransformasi menjadi lebih baik pasca terjadinya Pandemi Covid-19, dengan melakukan redefinisi dan pemikiran ulang mengenai arah dan strategi dalam mengembangkan pariwisata secara lebih terpercaya serta dengan memberi perhatian dan dukungan lebih pada kapasitas sosial dan kapasitas lingkungan.

Keseimbangan interaksi antar destinasi wisata, penduduk lokal, wisatawan, pembangunan ekonomi lokal, serta kelestarian lingkungan merupakan prinsip yang diperlukan dalam pengembangan wisata kota secara berkelanjutan pada kawasan dengan tipologi wisata kota berbasis sejarah dan budaya seperti Senapelan.

Selain itu, sinergitas antar stakeholder dalam pengembangan wisata sejarah dan budaya di Senapelan melalui upaya peningkatan dan pengembangan pada aspek ekonomi, sosial, serta lingkungan di sekitar destinasi pariwisata dengan tetap memperhatikan transisi transformasi kehidupan normal baru pariwisata yang lebih aman, nyaman, bersih, dan sehat juga merupakan upaya yang dapat dilakukan dalam membangkitkan kembali wisata sejarah dan budaya secara berkelanjutan di Senapelan Kota Pekanbaru.***

Kukuh Destanto ST MPWK, Tenaga Ahli Pusat Studi Urban Development and Spatial Research

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

16 jam ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

17 jam ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

17 jam ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

17 jam ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

17 jam ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

17 jam ago