Categories: Opini

Ulama dan Uzlah Politik

Uzlah merupakan suatu sikap pengasingan diri seseorang dari keramaian dunia berkaitan dengan kehidupan sosial atau politik. Keputusan melakukan perbuatan ini karena dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang dianggap olehnya sudah rusak, jauh dari agama, tidak mempunyai akhlak, dan sejenisnya. Karena itu, dalam rangka untuk menghindarinya, satu-satunya cara yaitu menjauhkan diri dari campur tangan hal-hal yang berkaitan dengan tatanan kehidupan masyarakat dan menyibukkan diri dengan ibadah dan pembersihan diri.

Nabi Muhammad sebelum diangkat menjadi Nabi pernah mengalami hal serupa. Dia sangat sedih melihat keberadaan masyarakat Arab yang telah melakukan aturan dan perbuatan jauh dari nilai-nilai kebaikan seperti minum-minum keras, berjudi, berzina, menumpahkan darah, berkelahi antar suku dan memutuskan persaudaraan. Begitu juga, masyarakat Arab telah dikuasai oleh para bangsawan terutama dalam bidang ekonomi. Masyarakat biasa diperlakukan dengan cara tidak adil dan dijadikan budak dan dijual-belikan di pasar-pasar saat itu. Manusia diukur dengan harta dan kekuasaan, bukan diukur atas etika dan moralitas.

Hasil uzlah Nabi Muhammad SAW yaitu mendapatkan wahyu dari Allah SWT yaitu QS Al-Alaq [96:1-19]. Yang menarik disini bahwa Allah memberi wahyu kepada saat uzlah dengan kalimat pembuka “iqra” yang mempunyai arti bacalah. Sebuah kata yang belum menjadi budaya saat itu, dan masih dianggap asing, bahkan juga masih dianggap tabu bagi sebagian orang karena dianggap cermin dari kelemahan hapalan. Sebab masyarakat Arab sangat membanggakan kemampuan hapalan sebagai puncak kecerdasan seseorang daripada dari tulis-baca. Itu sebabnya, mereka kurang meminati belajar tulis-baca.

Setelah budaya tulis-baca mencapai puncak kejayaan islam pada masa dinasti besar yaitu dinasti bani umayyah dan abbasiyyah, dan barat waktu itu masih pada masa kegelapan. Bahkan Ibnu Khaldun dalam kitab muqadimah juga menjelaskan keadaan Barat sebagai daerah dingin dan masyarakatnya terbelakang dan susah untuk mencapai puncak kejayaan. Sebab bagi Ibnu Khaldun, daerah dingin adalah daerah yang sangat sulit untuk melakukan aktivitas dengan keadaan geografis yang tidak mendukung. Namun, jika Ibnu Khaldun hari ini masih hidup, mungkin akan sangat kaget, ternyata daerah yang dianggap sulit untuk menjadi negara maju malah telah mengalahkan negara-negara Islam yang dulu sebagai guru utama kemajuan bagi Barat.

Penulis artikel ini bisa mengambil suatu pelajaran, bahwa melakukan suatu perubahan masyarakat, yaitu para ulama harus mampu membangkitkan lagi masyarakat islam untuk melakukan baca-tulis dalam aspek yang lebih luas dengan melakukan berbagai bidang kajian-kajian baik bersifat ‘ulumuddin maupun muamalah atau sosial serta alam semesta. para ulama harus responsif dan memberi konstribusi bangkitnya kesadaran masyarakat muslim. Karena, perubahan masyarakat sangat tergantung kepada kualitas Sumber Daya Masyarakat.

Itu sebabnya, uzlah-nya seorang ulama bukan karena kekecewaan dan menutup diri (mutung) akibat kalah dalam kontestasi politik, organisasi atau sejenisnya dalam kehidupan. Uzlah sebenarnya jalan meditasi untuk menemukan ide-ide baru dalam rangka memberi sumbangsih kepada masyarakat muslim melalui ide-ide pemikirannya baik dalam ucapan dan tulisan yang menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat.***

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

15 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

15 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

18 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

18 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

18 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

19 jam ago