Categories: Opini

Ikhtiar dan Berdoa Hadapi Wabah

Di dalam sejarah pada masa Khalifah Umar bin Khatab ra dikatakan oleh Syakh Ali Ash Shalabi bahwa Khalifah Umar bin Khatab ra bersama para sahabatnya berjalan dari Madinah menuju negeri Syam. Mereka berhenti di daerah perbatasan sebelum memasuki Syam karena mendengar ada wabah tha’um amwas yang melanda negeri tersebut. Yakni suatu penyakit menular benjolan di seluruh tubuh yang akhirnya pecah dan mengakibatkan pendarahan. Abu Ubaidah bin Al Jannah, seorang yang dikagumi Umar ra, sang Gubernur Syam ketika itu datang ke perbatasan untuk menemui rombongan. Terjadi dialog yang hangat antar para sahabat, apakah mereka masuk atau pulang ke Madinah.  

Umar ra yang cerdas minta saran kaum Muhajirin, Anshar dan orang-orang yang ikut Fathu Makkah. Mereka semua berbeda pendapat bahkan Abu Ubaidah ra menginginkan mereka masuk, dan berkata, mengapa engkau lari dari Allah SWT, lalu Umar ra menyanggahnya dan bertanya jika kamu punya kambing dan ada dua lahan yang subur yang kering ke mana akan engkau arahkan kambing mu? Jika lahan kering itu  adalah takdir Allah dan jika ke lahan subur itu juga takdir Allah, sesungguhnya dengan kami pulang kita hanya berpindah dari takdir satu ke takdir yang lain.  

Akhirnya perbedaan itu berakhir ketika Abdul Rahman bin Auf ra mengucapkan hadis Rasulullah SAW, artinya jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri, maka jangan kalian memasukinya, dan jika kalian berada di daerah itu janganlah keluar untuk lari darinya (HR Bukhari Muslim). Akhirnya mereka pun pulang ke Madinah. Umar ra merasa tidak kuasa meninggalkan sahabat yang dikaguminya.

Abu Ubaidah ra beliau pun menulis surat untuk mengajaknya ke Madinah. Nama beliau adalah Abu Ubaidah ra yang hidup bersama rakyatnya dan mati bersama rakyatnya Umar ra pun menangis membalas surat balasan itu dan bertambah tangisnya ketika mendengar Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, Suhail bin Amir dan sahabat-sahabat mulia lainnya wafat karena wabah tha’um di negeri Syam. Total sekitar dua puluh ribu orang wafat, hampir separuh penduduk Syam ketika itu. Pada akhirnya wabah tersebut berhenti ketika sahabat Amir bin Ashar yang memimpin Syam.

Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada umatnya selalu berdoa untuk keselamatan, lafazkan di setiap pagi dan sore. Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihu, say’un fil ardhi walafissamaai wahumma sami’ un alim (Dengan nama Allah yang apabila disebut, segala sesuatu yang dibumi dan langit tidak berbahaya. Dialah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui).

Dengan ikhtiar yang maksimal dan diiringi dengan berdoa, berzikir kepada Allah SWT, semoga kita dijauhi dari wabah Virus Covid-19 oleh Allah swt.***

Dr Yuliusman MAg , Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Pekanbaru

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Belasan Pasien Terlantar di RSUD Bengkalis, Jadwal JKN Tak Sinkron

Belasan pasien gagal berobat di RSUD Bengkalis karena poli tutup saat libur nasional, meski aplikasi…

10 jam ago

ASN Pekanbaru Mulai WFH, Skema Kerja Diserahkan ke Masing-masing OPD

Pemko Pekanbaru mulai terapkan WFH bagi ASN. Skema kerja diatur masing-masing OPD, namun pelayanan publik…

2 hari ago

Driver Ojol di Siak Dirampok dan Disabet Sajam, Dua Pelaku Ditangkap

Driver ojol di Siak dirampok dan diserang dengan senjata tajam. Dua pelaku ditangkap, dua lainnya…

2 hari ago

Tinjau Lokasi Kebakaran, Bupati Rohul Beri Bantuan dan Harapan Baru

Bupati Rohul serahkan bantuan korban kebakaran di Lenggopan dan janji bangun kembali rumah. Korban diharapkan…

2 hari ago

Server Gangguan, Layanan KTP-el di Pekanbaru Lumpuh Sementara

Gangguan server pusat membuat layanan KTP-el di Pekanbaru terhenti sementara. Disdukcapil minta warga bersabar hingga…

4 hari ago

Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis Kecelakaan, Korban Luka Serius

Mobil dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis mengalami kecelakaan. Korban luka serius dan dirawat intensif di…

4 hari ago