Categories: Opini

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

DALAM lanskap pendidikan modern, sering kali fokus utama tertuju pada penguasaan ilmu pengetahuan dan pencapaian akademis semata. Kita kerap lupa bahwa di balik kecerdasan intelektual, terdapat elemen fundamental yang jauh lebih krusial, yaitu adab atau tata krama. Ilmu yang menjulang tinggi tanpa fondasi adab yang kokoh hanya akan melahirkan individu yang cerdas secara akal, namun “buta” secara moral.

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi informasi (TI) yang jenius dapat berubah menjadi ancaman ketika ia menggunakan kemampuannya untuk meretas data demi keuntungan pribadi. Tanpa adab, seorang peretas tidak akan memikirkan kerugian atau celaka yang dialami orang lain akibat perbuatannya. Hal ini menegaskan betapa vitalnya peran adab dalam mengendalikan ilmu. Pendidikan yang hanya mengejar aspek kognitif tanpa menanamkan etika akan menghasilkan generasi yang kering dari nilai-nilai kemanusiaan. Adab harus ditempatkan di atas ilmu karena ia berfungsi sebagai kompas yang menuntun penggunaan pengetahuan ke arah yang benar dan bermanfaat.

Esensi Adab, Lebih dari Sekadar Sopan Santun

​Adab bukan sekadar formalitas atau sopan santun. Ia mencerminkan kehalusan budi pekerti yang mencakup perkataan, perbuatan, serta kearifan dalam menempatkan sesuatu pada tempatnya. Adab adalah nilai moral yang membimbing perilaku manusia terhadap Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan dirinya sendiri.

​Dalam konteks sekolah, siswa yang beradab tidak hanya menghormati gurunya karena takut akan hukuman, melainkan karena kesadaran mendalam untuk memuliakan sumber ilmu. Adab mengajarkan kerendahan hati bahwa setinggi apa pun ilmu seseorang, ia tetap membutuhkan bimbingan dan etika.

​Keseimbangan antara kurikulum ilmu dan adab sangat menentukan kualitas profesional di masa depan. Seorang dokter yang beradab, misalnya, tidak akan pernah melakukan malapraktik atau mengorbankan keselamatan pasien demi keuntungan finansial. Sebaliknya, dokter tanpa adab mungkin melihat pasien hanya sebagai objek komoditas.

​Seperti yang disampaikan oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas, ilmuwan yang beradab akan menggunakan penelitiannya untuk kemaslahatan umat, bukan sekadar mengejar ketenaran atau materi. Integritas inilah yang membedakan seorang profesional sejati dari mereka yang hanya sekadar ahli.

​Lebih jauh lagi, adab adalah pilar utama kehidupan sosial. Masyarakat yang harmonis hanya dapat terwujud jika interaksi antarwarganya didasari oleh adab. Ilmu tanpa adab memicu kesombongan (arogansi intelektual) dan perselisihan, sedangkan adab membawa kedamaian. Kita bisa meneladani sosok pengusaha sukses yang tetap rendah hati meski bergelimang harta, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW tentang pentingnya tawaduk (kerendahan hati) dalam banyak hadis (Sahih Bukhari, No. 5678). Dengan adab, seseorang akan lebih peka terhadap tanggung jawab sosialnya dan menggunakan ilmunya untuk kesejahteraan bersama.

​Menempatkan adab di atas ilmu bukan berarti mengerdilkan pentingnya pengetahuan. Justru, ini adalah upaya untuk memuliakan ilmu itu sendiri agar tidak menjadi alat kerusakan. Sudah saatnya institusi pendidikan dan keluarga memperkuat pendidikan karakter, agar generasi mendatang tumbuh menjadi ilmuwan dan pemimpin yang tidak hanya cerdas otaknya, tetapi juga mulia akhlaknya.***

Abu Anwar, Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Sambut Ramadhan, Buya Yahya Ingatkan Jangan Jadikan Sekadar Konten

Buya Yahya ingatkan persiapan utama Ramadhan adalah membersihkan hati dan menyusun rencana ibadah agar bulan…

6 jam ago

Ramadan 2026, Jam Belajar SD dan SMP di Kampar Dipersingkat

Disdikpora Kampar atur jam belajar dan jadwal libur Ramadan 1447 H. PAUD-TK diliburkan, SD dan…

7 jam ago

Damkar Pekanbaru Kerahkan 6 Unit Mobil Padamkan Rumah Terbakar di Jalan Rajawali

Rumah kontrakan kosong di Jalan Rajawali Pekanbaru terbakar. Kerugian diperkirakan Rp180 juta, penyebab masih diselidiki.

9 jam ago

KPK Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Korupsi PUPR Riau, Terkait Abdul Wahid

KPK periksa 10 saksi dugaan korupsi proyek PUPR Riau yang menjerat Abdul Wahid. Penyidikan terus…

12 jam ago

Satnarkoba Polres Kampar Amankan 132 Paket Sabu, Pelaku Positif Narkoba

Satnarkoba Polres Kampar tangkap pria dengan 132 paket sabu siap edar. Pelaku positif narkoba dan…

12 jam ago

Bupati Rohul: Zakat Produktif Lewat Z-Auto Ciptakan Ekonomi Mandiri

Baznas Rohul luncurkan Z-Auto, 13 penerima manfaat dapat bantuan bengkel motor untuk dorong lapangan kerja…

16 jam ago