pendidikan-melahirkan-sdm-berkualitas
Sempena Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2021, perlu diketengahkan gagasan konsep terkini dunia pendidikan yang tak jauh berbeda dengan program pendidikan nasional. Di mana ada tiga komponen penting yakni kognitif (kecerdasan intelektual) afektif (sikap, akhlak ataupun moral) dan psikomotorik (keterampilan/skill).
Tanpa meninggalkan tiga unsur tersebut, namun harus ditentukan skala prioritas. Program yang berimplementasi pada akhlak dengan kata lain Pendidikan Berbasis Akhlak (PBA). Tujuan pendidikan adalah pembentukan pribadi luhur dan utuh. Dengan pendidikan berbasis akhlak maka akan berimplikasi pada pribadi seutuhnya yang tercermin pada prilaku, kerja dan karya sesuai dengan nilai luhur bangsa.
Dengan demikian, pendidikan tidak semata-mata hanya mengedepankan intelektualitas saja. Jika hanya menomor dua kan akhlak, maka pendidikan tidak akan melahirkan SDM berkualitas.
Sejatinya, adab memang lebih tinggi dari ilmu. Maka keniscayaan menempatkan akhlak di bawah kepintaran. Selama ini, pendidikan agama Islam sebagai salah satu aspek pembangunan karakter bangsa. Pendidikan Islam menitik beratkan pada pembentukan pribadi anak bukan semata-mata mengedepankan intelektual.
Tapi tidak semua orang ingin berfokus pada pendidikan agama. Termasuk peserta didik, cendrung memilih pendidikan umum. Tidak dipungkiri, pendidikan umum juga tidak mengabaikan moral. Hanya saja pada porsi yang lebih kecil dibandingkan dengan pendidikan agama Islam.
Untuk itulah penting jika selama ini teguh mendirikan pendidikan agama Islam. Mulai dari MDA hingga kejenjang perguruan tinggi. Lantas, bagaimanakah cara penerapan pendidikan akhlak yang digagas? Pertanyaan ini dengan gamblang terjawab yakni akhlak harus terintegrasi dengan penilaian kompetensi. Ini poin pentingnya. Dengan begitu, akhlak jadi unsur terpenting dalam sebuah prestasi.
Syukur Alhamdulillah, dedikasi pemuda Rohil dalam dunia pendidikan dewasa ini mulai wujud. Hal ini terbukti dengan banyaknya sekolah berdiri. Sebagai orang yang ikut dalam merumuskan Rohil sejak awal dibentuk. Saya berharap, Pemda lebih memperhatikan pendidikan ke depan.
Pendidikan di daerah Rohil saat ini sudah mulai maju. Ini dilihat dari antusiasnya pemuda. Namun belum di perhatikan secara penuh. Hal ini terindikasi dari masih kurangnya perhatian Pemda terhadap kesejahteraan guru-guru.
Padahal pendidikan adalah wadah yang melahirkan SDM. Rohil yang kaya dengan hasil alamnya, darat dan laut bisa diberdayakan oleh SDM yang dilahirkan dari lembaga pendidikan daerah. Makanya dalam hemat penulis sangat penting menjadikan SDM Rohil berkualtas secara skill.***
Pembangunan Tol Bukittinggi-Sicincin mulai memasuki tahap awal. Pengadaan lahan dan dampak proyek menjadi fokus pembahasan.
Meksiko membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan dalam laga yang diwarnai…
Keterlambatan pasokan BBM ke Pulau Bengkalis menyebabkan antrean panjang di SPBU. Warga juga mengeluhkan mahalnya…
Seekor bayi Gajah Sumatera betina lahir sehat di Taman Nasional Tesso Nilo. Kelahiran ini menambah…
Belanja pegawai Kepulauan Meranti mencapai 34,37 persen dari APBD. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius…
Bupati Bengkalis Kasmarni menegaskan SPMB 2026/2027 harus bebas titipan, jual beli kursi, pungli, dan penyalahgunaan…