Categories: Olahraga

Pemain Filipina: Kami Sedih, Tuan Rumah tapi Diperlakukan Seperti Ini

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Soal transportasi, akomodasi, dan infrastruktur menjadi masalah besar bagi Filipina sebagai penyelenggara SEA Games 2019. Mismanajemen dan tidak rapinya koordinasi, membuat beberapa negera peserta menjadi korban.

Tim sepak bola Timor Leste, Thailand, Myanmar, dan Kamboja sempat menjadi bulan-bulanan karena panitia penyelenggara tidak siap. Para pemain Timor Leste keleleran di bandara Ninoy Aquino International Airport selama tiga jam karena bus jemputan terlambat datang. Setelah datang, masalah tidak berhenti. Sebab, sopir panitia mengantarkan pemain Timor Leste ke hotel yang salah.

Tim Thailand juga sempat terlunta-lunta di bandara. Mereka terlambat ke hotel. Dampaknya Tim Negeri Gajah Putih harus membatalkan latihan di Rizal Memorial Stadium, Manila.

Sementara itu, tim Kamboja lebih mengenaskan lagi. Mereka tidak bisa masuk hotel dan terpaksa tiduran di karpet.

Keluhan tim Myanmar lain lagi. Para pemain mendapatkan alat transportasi yang tidak layak. Bus yang disediakan panitia sangat sempit. Sampai-sampai pemain tim nasional Myanmar berdesakan di dalam kendaraan.

Terbaru, tim nasional sepak bola Indonesia juga menjadi korban dari tidak profesionalnya panitia penyelenggara. Evan Dimas dkk rela jalan kaki. Yakni dari tempat mereka menginap, Jen Hotel, menuju Rizal Memorial Stadium untuk melakukan latihan resmi H-1 sebelum laga perdana Grup B melawan Thailand.

Yang konyol, tidak hanya negara lain yang terkena dalam ketidak siapan penyelenggara alias Philippine Southeast Asian Games Organizing Committee (PHISGOC). Tim sepak bola perempuan Filipina juga menjadi korban.

Salah seorang pemain tim putri Filipina Hali Long mengungkapkan bahwa dia dan timnya dipaksa menunggu di sebuah ruangan serba guna. Sebab kamar di hotel mereka masih belum siap.

"Datang ke Hotel SEAG pada pukul 11.30. Kamar belum siap, jadi kami makan siang di saat mereka memperbaiki kamar kami. Sebab, bukan dua orang untuk satu kamar, kami dipaksa menempati satu kamar untuk empat sampai lima orang," tulis Long di akun Facebooknya (24/11).

"Sekarang sudah pukul 14.15 dan kamar masih belum siap. Mereka memindahkan kami ke ke sebuah ruang serba guna. Tujuannya agar kami tidak memenuhi lobi karena tim-tim lain juga berdatangan. Sedih sekali, kami adalah tuan rumah namun beginilah kami diperlakukan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan negera lain," tulis Long.

Tim sepak bola putri Filipina tergabung di Grup A bersama Myanmar dan Malaysia. Mereka akan menjalani pertandingan perdana hari ini melawan Myanmar pada pukul 16.00 WIB.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

GPM HUT TNI AU Disambut Antusias, Warga Berburu Sembako Murah

Warga Pekanbaru antusias berburu sembako murah di GPM HUT TNI AU ke-80. Ribuan paket bantuan…

11 jam ago

Lansia Bakar Ban di Tengah Kota Pekanbaru, Protes Tak Terima Bansos Sejak 2019

Seorang lansia di Pekanbaru bakar ban di Jalan Sudirman sebagai protes tak lagi menerima bansos…

11 jam ago

Hujan Sebentar, Jalan Langsung Tergenang! Drainase Pekanbaru Jadi Sorotan

Hujan kembali picu banjir di Pekanbaru. DPRD desak perbaikan drainase menyeluruh usai insiden warga terseret…

11 jam ago

Seleksi Paskibraka Inhil 2026 Dimulai, 110 Pelajar Adu Fisik, Mental, dan Karakter

Seleksi Paskibraka Inhil 2026 resmi dimulai dengan 110 peserta. Penilaian meliputi fisik, mental, dan karakter…

15 jam ago

187 Jemaah Kuansing Siap ke Tanah Suci, Ini Lokasi Hotel Dekat Masjid Nabawi

Sebanyak 187 JCH Kuansing berangkat 30 April 2026. Hotel di Madinah hanya 30 meter dari…

1 hari ago

Dari Demo ke Penggerebekan, Dugaan Peredaran Narkoba di Panipahan Terkuak

Aksi warga di Panipahan berujung perusakan rumah dan temuan diduga sabu. Polisi selidiki kasus, Polda…

1 hari ago