torehkan-15-rebound-kevin-septuliandra-top-rebound
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Performa luar biasa ditunjukkan oleh Kevin Septuliandra. Meski gagal mengantarkan kemenangan bagi SMAN 12 Pekanbaru (Twelve) namun hari ini, Kevin Septuliandra forward SMAN 12 Pekanbaru (Twelve) berhasil menorehkan 15 rebound dalam satu game.
Itu dilakukan ketika timnya berjumpa SMAN 1 Ujung Batu sore tadi. Kendati harus menelan pil pahit lantaran kalah, Kevin tetap tercatat sebagai pencetak Beat The Record (BTR) kategori Top Rebound menggeser catatan dari Erick Alexander, pemain SMA Witama Pekanbaru.
Sebelumnya, Erick berhasil menorehkan 10 rebound, ketika timnya berjumpa SMA Dharma Loka, Sabtu (22/1).
Untuk diketahui, cowok berusia 18 tahun itu yang kini masih duduk di kelas XII sudah dua musim membela Twelve. Pada musim sebelumnya (2019) dirinya turut membela timnya mentas di Honda DBL Riau Series. Hanya saja, timnya juga harus angkat koper lebih dini. Catatan statistik Kevin tahun ini juga lebih baik dibanding musim sebelumnya.
Untuk diketahui, Beat The Record (BTR) merupakan program baru di Honda DBL musim 2021-2022. Program ini mencatatkan rekor-rekor yang dibuat para pemain DBL di setiap seriesnya, di tiap pertandingan. Rekor tersebut bisa rekor tim atau individu.
Banyak capaian-capaian yang itu bisa masuk Beat The Record. Adapun kategori yang masuk dalam Beat The Record adalah top point, top assist, top rebound, top steal, top block, maupun double-double. (dof)
Wako Pekanbaru perkuat peran RT/RW, utang Rp470 miliar lunas dan pembangunan tetap berjalan jelang setahun…
BNNK Kuansing gelar razia jelang Ramadan 1447 H di Telukkuantan. Tujuh orang dinyatakan positif narkoba…
Kemarau panjang sebabkan krisis air bersih di Bengkalis. Usaha galon dan laundry tutup, Perumda siapkan…
Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…
Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.