Categories: Olahraga

Liliyana Natsir Ungkapkan Fase Naik dan Turun Bersama Tontowi Ahmad

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Liliyana Natsir mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan Tontowi Ahmad disebabkan karena kesabaran dan sikap cuek. Butet, panggilan Liliyana, mengakui bahwa di lapangan, dia lebih ekspresif. Menghadapi hal tersebut, Tontowi bisa tampil sebagai sosok yang sabar. Kesabaran inilah yang membuat duet Owi/Butet begitu sukses di lapangan.

Selain meraih emas Olimpiade Rio 2016, Owi/Butet juga menjadi juara dunia dua kali, dan tiga kali naik podium tertinggi di All England.

"Owi itu sabar. Mungkin selama pasangan sama dia, saya tempramental tapi dalam arti positif, saya nggak mau kalah. Saya terbawa suasana kalau pukulan dia nyangkut atau apa. Saya menunjukkan ekspresi kecewa," kata Liliyana dikutip dari siaran pers PBSI yang diterima JawaPos.com Kamis (21/5).

"Nah, Owi selama ini bisa sabar, dia sudah paham, Butet nggak maksud kayak gitu, spontan aja karena sama-sama pengen menang. Mungkin nggak semua atlet dan partner bisa seperti Owi yang bisa nyesuain dengan keadaan," lanjutnya.

Sifat cuek yang dimiliki Tontowi, lanjut Liliyana, merupakan salah satu hal yang membuat pemain kelahiran Banyumas itu bisa mengatasi keadaan sulit. Masih terkenang di ingatan Liliyana betapa beratnya latihan yang diberikan sang pelatih kepada Tontowi jelang Olimpiade Rio 2016.

"Owi itu di luar lapangan cuek dan nggak pernah mengeluh padahal latihan dia berat banget. Tapi dia jalani dengan komitmen. Terlihat dari persiapan kami sebelum Olimpiade, dapat emas itu dari yang awalnya seperti tidak mungkin, tapi terbukti bisa terwujud. Saya ingat dia sampai bela-belain nggak pulang ke rumah dan tinggal di asrama demi jaga kondisi dan fokus ke Olimpiade," terangnya.

Liliyana sebagai senior selalu berusaha untuk bersikap fair kepada Tontowi. Dia pernah secara blak-blakan kepada Tontowi untuk menegurnya jika ada hal yang tidak disukai. Atau ada yang tidak berkenan di hati Tontowi.

"Memang saya lebih senior, tapi namanya senior kan nggak luput dari kesalahan. Owi boleh kok bilang, kayaknya ci Butet terlalu neken saya deh. Kalau saya "mati-mati" di lapangan, ci Butet dukung saja dulu ya. Sampai begitu, dan komunikasi ini berhasil di kami," jelas Liliyana.

Menurut Liliyana, selama ini dia dan Owi baik di dalam dan luar lapangan selalu kompak. Apapun hasil yang didapat, pasti dievaluasi dan tidak saling menyalahkan.

"Pemain ganda itu yang penting komunikasi, jangan saling menyalahkan. Wajar kalau orang emosi habis kalah, tapi dikomunikasikan ke pasangan main. Tadi apa kurangnya dari kita berdua? Dari saya apa dari dia apa?," ucapnya.

Liliyana bercerita tentang beratnya menyelesaikan ketegangan yang pernah terjadi dengan Tontowi. Kegagalan total tanpa medali di Olimpiade London 2012 ternyata bukanlah saat terberat bagi ganda juara dunia dua kali itu.

Hal yang paling berat adalah merangkak dari keterpurukan minim gelar di tahun 2015 dan awal 2016. Liliyana menggambarkan hubungannya dengan Tontowi saat itu dengan istilah gersang.

"Waktu itu ekspektasi orang tinggi, dan kami lagi terpuruk sekali cuma dapat satu gelar juara sebelum Olimpiade. Owi nggak marah sih sama saya, saya juga nggak, tapi gimana ya namanya pemain dapat hasil jelek itu situasinya nggak ribut tapi nggak akur juga," ucapnya.

Bahkan Tontowi/Liliyana sempat merasa terintimidasi dengan hasil gemilang yang diraih junior mereka, Praveen Jordan/Debby Susanto yang menjadi juara All England 2016. Itu hanya beberapa bulan sebelum Olimpiade.

"Waktu itu kami berpikir apa posisi kami sudah terganti ya sama Praveen/Debby? Ya namanya persaingan. Akhirnya saya dan Owi sama-sama nurunin ego. Saya kontrol emosi, Owi nggak sensitif lagi. Begini pun sebetulnya nggak menjamin kami jadi juara, tapi setidaknya kami berdua jauh merasa lebih baik," ucap Liliyana.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

ASN Pekanbaru Mulai WFH, Skema Kerja Diserahkan ke Masing-masing OPD

Pemko Pekanbaru mulai terapkan WFH bagi ASN. Skema kerja diatur masing-masing OPD, namun pelayanan publik…

7 jam ago

Driver Ojol di Siak Dirampok dan Disabet Sajam, Dua Pelaku Ditangkap

Driver ojol di Siak dirampok dan diserang dengan senjata tajam. Dua pelaku ditangkap, dua lainnya…

7 jam ago

Tinjau Lokasi Kebakaran, Bupati Rohul Beri Bantuan dan Harapan Baru

Bupati Rohul serahkan bantuan korban kebakaran di Lenggopan dan janji bangun kembali rumah. Korban diharapkan…

8 jam ago

Server Gangguan, Layanan KTP-el di Pekanbaru Lumpuh Sementara

Gangguan server pusat membuat layanan KTP-el di Pekanbaru terhenti sementara. Disdukcapil minta warga bersabar hingga…

2 hari ago

Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis Kecelakaan, Korban Luka Serius

Mobil dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis mengalami kecelakaan. Korban luka serius dan dirawat intensif di…

2 hari ago

PT BSP Buka Lowongan Direktur, Kesempatan Emas untuk Putra Putri Terbaik

Pemkab Siak membuka seleksi direksi PT BSP. Kesempatan terbuka bagi putra putri terbaik dengan kualifikasi…

2 hari ago