Categories: Olahraga

Mantan Pemain Afghanistan Ini Meminta Pemain Putri Lari dari Rumah

KABUL (RIAUPOS.CO) – Mantan pemain sepakbola putri timnas Afghanistan, Khalida Popal, memberikan nasihat kepada para juniornya untuk meninggalkan rumah. Saran tersebut disampaikannya setelah Taliban berhasil menguasai Kabul, ibu kota Afghanistan.

Setelah 20 tahun, Taliban telah kembali berkuasa di Kabul. Pada kekuasaan mereka tahun 1996 sampai 2001, perempuan Afghanistan dilarang bekerja, juga tak bisa mendapatkan akses pendidikan. Perempuan juga dilarang keluar rumah jika tidak ditemani oleh keluarga laki-laki.

Kini, Taliban telah kembali menguasai Afghanistan sejak Ahad (15/8/2021). Khalida Popal mendapat banyak pesan suara dari rekan-rekan dan pemain muda sepakbola di timnas putri Afghanistan.

Popal yang kini tinggal di Denmark telah meninggalkan Afghanistan pada 2011 dan mencari suaka pada 2016. Ia hanya bisa menyampaikan agar para wanita di Afghanistan melindungi diri saat Taliban sudah mulai berkuasa.

“Menasihati mereka untuk meninggalkan rumah. Melarikan diri dari tetangga yang mengenal mereka sebagai pemain sepakbola putri,” ucap Khalida Popal kepada The Associated Press (AP) Selasa (17/8/2021).

“Itu menghancurkan hati saya karena selama bertahun-tahun kami telah bekerja untuk meningkatkan visibilitas wanita," imbuhnya.

“Sekarang saya mengatakan kepada wanita saya di Afghanistan untuk tutup mulut dan menghilang atau nyawa mereka dalam bahaya,” tambahnya.

“Saya telah mendorong untuk menghapus saluran media sosial, menghapus foto, melarikan diri dan menyembunyikan diri," tambahnya lagi.

Popal pensiun sebagai pesepakbola pada 2011, dan kemudian sebagai direktur di Asosiasi Sepakbola Afghanistan. Namun ancaman terus berlanjut dan dia akhirnya terpaksa melarikan diri dari Afghanistan untuk mencari suaka di Denmark pada 2016.

Tetapi, ia tidak pernah meninggalkan pesepakbola putri dan membantu mengungkap pelecehan fisik dan seksual. Bahkan, ancaman pembunuhan dan pemerkosaan yang melibatkan kepemimpinan federasi Afghanistan.

“Generasi saya memiliki harapan untuk membangun negara, mengembangkan situasi untuk generasi perempuan dan laki-laki berikutnya di negara ini,” lanjutnya

“Jadi saya mulai dengan wanita muda lainnya menggunakan sepakbola sebagai alat untuk memberdayakan perempuan dan anak perempuan," katanya mengakhiri.

Sumber: AP/Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

17 jam ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

17 jam ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

18 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

2 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

2 hari ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

2 hari ago