MARSELINO FERDINAN (PSSI)
DOHA (RIAUPOS.CO) – Satu-satunya pencetak gol Timnas Indonesia di laga menghadapi Irak, Marselino Ferdinan, menyebut gol kedua tim lawan mengganggu mental rekan-rekannya.
Di laga tersebut, Indonesia sendiri harus mengakui keunggulan Irak dengan skor 1-3 di Stadion Ahmed bin Ali, Ar Rayyan, Qatar, kemarin.
Gol kontroversi itu dicetak Osama Rashid di menit 45+7’. Pasalnya, sebelum Rashid menjebol gawang Ernando Ari, satu pemain Irak yakni Mohanad Ali sudah dalam posisi offside.
Sang wasit yang memimpin pertandingan ini pun sempat mengecek VAR, namun ia tetap mengesahkan gol yang diciptakan Timnas Irak.
Marselino mengakui kalau sejatinya kekuatan Irak mampu diredam oleh para pemain Timnas Indonesia. Hanya saja, gol ini sangat mempengaruhi mental para pemain.
“Kami tahu Irak tampil luar biasa, kami juga mengantisipasi semuanya. Tetapi balik lagi terjadi gol kedua, itu merubah semua mental, permainan dan lain-lain,” kata Marselino di instagram resmi @timnas.indonesia, Rabu (17/1).
Kontroversi terjadi saat Osama Rashid mencetak gol pada menit ke-45+7.
Rekaman menunjukkan Mohanad Ali berada dalam posisi offside sebelum gol tersebut, namun setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut tetap disahkan.
“Tentu kami kecewa. Setelah pertandingan kami resmi protes keras kepada AFC terkait disahkannya gol kedua Irak. Kami sudah resmi melayangkan formulir protes dan diserahkan langsung ke match commissioner seusai pertandingan,” kata Endri.
“Kami tahu protes ini tidak akan mengubah hasil pertandingan. Namun setidaknya untuk pertandingan-pertandingan di ajang Piala Asia 2023 ini para wasit/perangkat pertandingan bisa lebih baik lagi dalam mengambil keputusan,” tambah pria yang juga anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI tersebut.
Selanjutnya, Timnas Indonesia akan berhadapan dengan negara sesama wakil Asia Tenggara yakni Vietnam di pertandingan kedua.
Pertandingan antara Timnas Indonesia berhadapan dengan Vietnam sendiri akan berlangsung Abdullah bin Khalifa Stadium, Jumat (19/1).(jpg)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.