BUENOS AIRES (RIAUPOS.CO) – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Argentina, Lionel Scaloni, menyayangkan hasil imbang yang diraih timnya saat menjamu Paraguay pada matchday ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Amerika Selatan. Bermain di Stadion Alberto Jose Armando, Buenos Aires, Jumat (13/11/2020) pagi WIB, laga Argentina vs Paraguay berakhir 1-1.
Hasil ini jelas memberi kekecewaan besar. Selain Lionel Messi dan kawan-kawan lebih diunggulkan, Argentina juga tampil di kandang sendiri. Namun begitu, Scaloni mengakui bahwa pemainnya kurang terlalu siap di babak pertama.
Scaloni mengatakan bahwa anak asuhnya baru mampu tampil maksimal ketika laga memasuki babak kedua. Akan tetapi, pada penampilan optimalnya tersebut, Argentina justru tidak mampu berbuat banyak dan gagal menciptakan gol.
Karena itu, Scaloni merasa kecewa dengan hasilnya karena secara permainan, Argentina mampu tampil lebih baik. Belum lagi, gol kedua Argentina yang dicetak Messi dianulir oleh VAR karena sebelum gol tercipta terjadi sebuah pelanggaran.
“Saya pikir itu bisa terjadi dalam permainan apa pun bahwa peran tertentu hilang, tetapi yang terpenting adalah kami pulih,” ungkap Scaloni, mengutip dari laman resmi Timnas Argentina, Jumat (13/11/2020).
“Jelas, kami juga harus memperbaiki hal-hal dan kami merasa pahit karena tim melakukan segalanya untuk menang,” tambahnya.
“Pada babak kedua, ini adalah yang terbaik. Argentina menaklukkan lawannya, memasukkannya ke dalam 30 meter terakhir,” lanjutnya.
“Itulah yang bisa dilakukan melawan rival yang memiliki banyak pemain di belakang garis penguasaan bola,” sambungnya.
“Kami sangat menghargai sikap tim, yang pertama mencari hasil imbang dan kemudian percaya pada kemenangan,” imbuhnya.
Pada laga tersebut, Argentina sejatinya tertinggal terlebih dahulu setelah Paraguay mencetak gol pembuka pada menit 21 lewat eksekusi penalti Angel Romero. Sementara Argentina berhasil menyamakan kedudukan pada menit 41 lewat Nicolas Gonzalez.
Sumber: Tutto Sports/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…