Categories: Olahraga

Harus Lebih Stabil di Level Tinggi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Jonatan Christie sukses merebut dua gelar secara beruntun, Selandia Terbuka dan Australian Open. Hal itu membuat peringkatnya naik. Per Selasa lalu (11/6), cowok yang akrab disapa Jojo itu naik satu setrip ke posisi 7. Menggeser rekannya, Anthony Sinisuka Ginting. Meski begitu, menurut Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti, hal itu bukan sesuatu yang istimewa.

Publik tidak boleh lupa. Bahwa dua gelar itu diraih dari turnamen yang berlevel rendah. Super 300. Banyak pemain top 10 yang tidak turun di dua kejuaraan tersebut. Susy menyebut, yang lebih penting bagi Jojo—dan juga Ginting—adalah bermain lebih stabil di tingkat yang lebih tinggi. Hingga bisa mencapai peak performance di Olimpiade Tokyo 2020.

‘’Proses kan akan berjalan. Jam terbang, kematangan, keyakinan. Memang ini yang harus dipoles terus. Bagaimana mereka terus konsisten,” jelas Susy kemarin.

Soal konsistensi memang menjadi pekerjaan rumah kedua tunggal putra terbaik Indonesia itu. Konsisten ini bukan berarti selalu juara di setiap turnamen. Tapi bermain lebih stabil sesuai level mereka. Lebih tenang dalam pertandingan, tidak sering membuat kesalahan konyol. Juga tidak kalah dari pemain yang peringkatnya jauh di bawah mereka.

Tahun ini, misalnya, Jojo sudah berkali-kali bikin badminton lovers terpukau dengan beberapa kejutan. Misalnya mengalahkan Kento Momota dan Viktor Axelsen di Malaysia Open. Tapi, tak jarang pula dia bikin fans shocked. Lantaran kalah oleh pemain antah berantah. Salah satunya Subhankar Dey, pemain India peringkat 40 dunia, di babak kedua Swiss Open. Satu hal yang diapresiasi Susy, baik Jojo maupun Ginting tidak terpuruk setelah kegagalan di Piala Sudirman 2019. Saat itu, pelatnas memang dihujat oleh para legenda bulutangkis. “Mereka (Jojo dan Ginting) bisa menjawab kritik dengan pembuktian. Sebenarnya mereka mampu. Tinggal keyakinan, keberanian, strategi yang lebih dimatangkan lagi,” kata Susy.

Di sisi lain, pelatih tunggal putra Hendri Saputra melihat persaingan antara Jojo dan Ginting sangat terbuka. Dari segi peringkat, keduanya sama-sama punya peluang lolos ke Olimpiade 2020. Dia juga mengizinkan mereka ‘’saling bunuh’’ di turnamen.(jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Kabut Asap Karhutla Memburuk, 2.394 Warga Indragiri Hulu Terserang Penyakit ISPA

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mencatat sebanyak 2.394 warga terserang ISPA akibat kabut asap karhutla…

10 jam ago

Tembus 1.687 Pelamar di Hari Pertama, Job Fair Perdana Rohul Dibanjiri Pencari Kerja

Sebanyak 1.687 pencari kerja memadati halaman Kantor Bupati Rokan Hulu pada hari pertama Job Fair…

11 jam ago

Tim Putra SMA Darma Yudha Pertahankan Gelar Juara Honda DBL 2026 Riau

Tim basket putra SMA Darma Yudha Pekanbaru sukses mempertahankan gelar juara Honda DBL with Kopi…

12 jam ago

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

2 hari ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

2 hari ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

3 hari ago