Categories: Olahraga

Gelar Dunia Pertama Chelsea

ABU DHABI (RIAUPOS.CO) – Chelsea untuk kali pertama memenangi Piala Dunia Antar klub. Di Mohammed bin Zayed Stadium, Abu Dhabi, kemarin (13/2), juara Liga Champions Eropa itu membekuk juara Copa Libertadores, Palmeiras, dengan skor 2-1 lewat babak waktu tambahan.

Chelsea jadi klub Eropa kesembilan yang sukses menjuarainya dan Premier League sekaligus liga terbanyak menyuplai pemenang. Sebelum Chelsea, ada Manchester United (2008) dan Liverpool FC (2019). Sebagai simbol klub juara dunia, Chelsea berhak membubuhkan emblem perisai emas di bagian dada jersey mereka.

Sayangnya, kebijakan terbaru Premier League melarang Chelsea melakukannya di Premier League. Beda dengan ketika MU atau LFC yang bisa mengenakannya di liga domestik.

"Chelsea cuma boleh mengenakannya (jersey dengan emblem perisai emas, red) dalam ajang Eropa," sebut laporan Daily Mirror.

Alhasil, klub milik Roman Abramovich itu baru bisa pamer emblem perisai emas ketika menghadapi Lille OSC dalam first leg 16 Besar Liga Champions pada 23 Februari mendatang. Kebetulan, laga melawan Los Dogues tersebut dimainkan di Stamford Bridge.

Emblem perisai emas itu akan melengkapi emblem juara Liga Champions di lengan kanan. Uniknya, kedua emblem itu adalah hadiah dari gelandang serang Chelsea Kai Havertz. Di final Liga Champions, Havertz mencetak satu-satunya gol kemenangan Chelsea atas Manchester City pada menit ke-42. Kemarin, pemain 22 tahun itu pula yang memastikan kemenangan The Blues setelah mengeksekusi penalti pada menit ke-117.

Sebelum mengambil tendangan penalti kemarin, Havertz mengaku dihinggapi kegugupan luar biasa. "Sebab, itu adalah penalti yang sangat penting bagi kami. Begitu mendebarkan," ungkap Havertz seperti dilansir di laman resmi klub.

"Di klub ini, aku sebenarnya hanya penendang penalti ketiga setelah Jorginho dan (Romelu) Lukaku. Tetapi, saat itu hanya tinggal aku sebagai eksekutor yang tersedia di lapangan," imbuhnya.(ren/dns/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

2 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

2 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

2 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

2 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

2 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

2 hari ago