Categories: Olahraga

Usir Pemain Toxic

(RIAUPOS.CO) — Musim ini masih tersisa sekitar tiga bulan lagi. Tetapi, bagi Chelsea, persiapan untuk musim depan sudah mereka cicil sejak sekarang. Salah satu buktinya ada pada wide attacker Ajax Amsterdam Hakim Ziyech. Pemain asal Maroko itu dilaporkan De Telegraaf sudah sepakat secara personal berkostum The Blues musim depan dengan nilai transfer GBP 37 juta (Rp657,5 miliar).

Ziyech bakal jadi pemain pertama Chelsea setelah terbebas dari embargo transfer yang mereka jalani sejak tahun lalu. Media-media Inggris menyebut bahwa tactician Frank Lampard memiliki budget GBP 150 juta (Rp2,66 triliun) untuk berbelanja pemain baru musim depan.

Ada empat sektor yang memerlukan tambahan pemain bagi Chelsea saat ini. Dengan Ziyech, maka tersisa tiga posisi lagi. Yaitu, bek tengah, bek kiri, dan striker.

"Sebenarnya, aku mengharapkan itu (Ziyech ke Chelsea, red) satu atau dua tahun lalu. Tetapi, yang terjadi adalah ‘Wow dia bertahan lagi (di Ajax, red) dan kami senang setidaknya bisa memilikinya hingga musim ini berakhir," ucap trainer Ajax Erik ten Hag kepada Fox Sports.

Tetapi, sejatinya aktivitas membeli pemain bukan prioritas bagi klub yang berbasis di London itu. Justru sebaliknya. Ya, Chelsea harus menjual beberapa pemain yang sebenarnya tak diinginkan Lampard.

Beberapa nama seperti kiper Kepa Arrizabalaga serta dua kiri Marcos Alonso dan Emerson Palmieri disebut sudah masuk daftar jual Super Frenkie–julukan Lampard. Penyebab utamanya, ketiga pemain itu flop musim ini.

Arrizabalaga contohnya. Kiper 25 tahun itu sebenarnya pilihan utama Chelsea. Tetapi, Lampard mulai muak dengan performanya dan bahkan kali pertama dicadangkan di Premier League pada matchweek ke-25 kontra Leicester City (1/2). The Sun melansir bahwa Arrizabalaga marah dengan keputusan Lampard. Padahal, itu buntut dari performa buruknya yang kebobolan 7 gol dalam 6 matchweek sebelumnya. Attitude buruk juga jadi faktor lainnya yang membuat Kepa layak dilabeli pemain toxic. Insiden menolak diganti pada final Piala Liga musim lalu jadi indikatornya meski saat itu Chelsea masih dilatih Maurizio Sarri.(io/tom/eca)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tergerus Sungai Umban, Bahu Jalan Siak II Amblas Rawan Kecelakaan

Bahu Jalan Siak II di Rumbai amblas akibat tergerus Sungai Umban. Kondisi ini dinilai membahayakan…

16 jam ago

Bangunan Kios Pasar Bawah Telukkuantan Dieksekusi

Pemkab Kuansing mengeksekusi pembongkaran kios Pasar Bawah Telukkuantan. Mayoritas pedagang memilih mengosongkan kios secara mandiri.

18 jam ago

Riau Pos Fun Bike 2026, Satukan Komunitas Sepeda Lewat Olahraga

Riau Pos Fun Bike 2026 kembali digelar sebagai ajang olahraga dan silaturahmi yang mendorong gaya…

18 jam ago

Polisi Tindak Tegas Penyelundupan, 20 Ton Bawang Ilegal Dimusnahkan

Polres Pelalawan memusnahkan lebih dari 20 ton bawang ilegal di TPA Kemang karena tidak dilengkapi…

19 jam ago

Buka Akses Ekonomi, Rohul–Rohil Bangun Jembatan dan Jalan Penghubung

Pemkab Rohul dan Rohil sepakat membangun jembatan dan jalan penghubung di wilayah perbatasan guna memperkuat…

19 jam ago

Atasi Lambatnya Bongkar Muat, IPC TPK Fokus Digitalisasi Layanan Pelabuhan

IPC Terminal Petikemas mempercepat digitalisasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat dan mendukung arus…

2 hari ago