MADRID (RIAUPOS.CO) – Memasuki masa genting dalam pertarungan akhir untuk meraih juara La Liga melawan rival abadi Barcelona, Real Madrid mengaku santai. Dalam lima hari ke depan, Zinedine Zidane punya kesempatan menuntun timnya menjuarai La Liga 2019/20.
La Liga tinggal menyisakan tiga pekan lagi, dan Madrid hanya butuh dua kemenangan untuk mengunci gelar juara. Los Blancos memang tampil konsisten sejak sepakbola kembali bergulir beberapa pekan lalu.
Laju konsisten inilah yang membantu Madrid menyalip Barcelona. Saat ini Madrid unggul satu poin dari sang rival, dengan tabungan satu pertandingan.
Jika mampu mengalahkan Granada, Selasa (14/7/2020) dini hari WIB, Madrid bakal memperlebar jarak jadi 4 poin, dan hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengangkat trofi (vs Villareal, Jumat 17/7/2020 pukul 03.00 WIB).
Persaingan antara Madrid dan Barca di La Liga memang sudah biasa seketat ini, karena itulah keduanya harus bisa mengatasi tekanan. Namun, kali ini Zidane menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak tertekan.
"Saya kira tidak ada tekanan apa pun. Memang ada ketegangan yang tidak bisa dihindari di setiap pertandingan. Kami hanya ingin berlatih dan bermain, yang paling penting adalah fokus pada laga kontra Granada," tegas Zidane di Realmadrid.com.
"Tujuan saya selalu sama setiap hari, laga kontra Granada, kami akan memikirkan sisanya nanti. Pertandingan besok akan sangat sulit dan fokus kami harus sepenuhnya pada hal itu."
Andai berhasil menjuarai La Liga, Madrid diyakini bakal mencoba habis-habisan di Liga Champions. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Manchester City pada Agustus 2020 mendatang untuk melakoni duel leg kedua 16 besar. Mereka tertinggal 0-2 dari City.
Zidane tahu Liga Champions selalu jadi target Madrid, dia paham betul situasinya. Namun, dia menegaskan tak ada gunanya berpikir terlalu jauh.
"Kami hanya fokus pada pertandingan kontra Granada. La Liga dan Liga Champions memang selalu jadi target setiap tahun dan kami selalu berjuang meraihnya," sambung Zidane.
"Namun, energi kami fokus untuk pertandingan besok. Tidak ada gunanya memikirkan apa yang ada setelah Granada," tutupnya.
Sumber: Realmadrid.com/Bola/Soccerway
Editor: Hary B Koriun
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…