Categories: Olahraga

Panggung La Joya

MILAN (RIAUPOS.CO) – Tulisan Corriere della Sera tahun lalu memicu pro kontra. "Lautaro Martinez lebih bersinar ketimbang Paulo Dybala atau Alvaro Morata". Begitu judul koran yang berbasis di Kota Milan itu menggambarkan persaingan dua klub Italia, terkhusus bagi Dybala pemakai nomor punggung 10 di dua klub elite Serie A. Lautaro bersama Inter Milan dan Dybala di Juventus.

Kalau mengacu prestasi pemain sepanjang 2021, kesimpulan tulisan tersebut tidak salah. Ketika Lautaro merengkuh scudetto Serie A bersama Inter lalu juara Copa America dengan Argentina, Dybala hanya merasakan trofi level kedua, yakni Coppa Italia.

Mengawali 2022, Lautaro dan Dybala terlibat dalam persaingan memperebutkan juara di Supercoppa Italiana. Laga berlabel Derby d’Italia ke-243 di Stadio San Siro dini hari nanti itu (siaran langsung TVRI Nasional pukul 03.00 WIB) bisa bermuara pada dua kemungkinan: Lautaro kembali menegaskan memang lebih bersinar atau malah Dybala atau Morata.

Di panggung Supercoppa Italiana, Dybala lebih punya cerita. Sejak kali pertama mengenakan jersey Juve pada musim panas 2015, enam kali Juve tampil. La Joya -julukan Dybala- memenangi tiga di antaranya (2015, 2018, dan 2020) dan tiga lainnya gagal (2016, 2017, dan 2019).

Dybala sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak Supercoppa Italiana dengan total 4 gol. Striker 28 tahun itu mengungguli striker-striker legendaris di Serie A seperti Alessandro Del Piero dan Carlos Tevez (keduanya Juve), Samuel Eto’o (Inter), serta Andriy Shevchenko (AC Milan). Mereka sama-sama mengoleksi 3 gol.

Bandingkan dengan Lautaro yang belum pernah tampil sebelumnya di Supercoppa Italiana. "(Supercoppa Italiana, red) sangat berarti bagiku karena aku mendapatkan gelar pertamaku (bersama Juve) di ajang ini," ucap Dybala seperti dilansir DAZN.

Gol spektakuler Dybala ke gawang AS Roma di Serie A dua hari lalu (10/1) seolah jadi sinyal pemantik persaingannya dengan Lautaro. Gol itu sekaligus penanda baik awal 2022 bagi Dybala. Sesuatu yang belum dilakukan Lautaro di awal tahun ini. Bahkan, kali terakhir Il Toro –julukan Lautaro – mencetak gol adalah ke gawang US Salernitana pada 18 Desember.

Meski begitu, Inter dengan allenatore Simone Inzaghi bisa jadi batu sandungan bagi Juve. Ingat, dua kali Juve gagal memenangi ajang ini gara-gara Simo – sapaan akrab Simone Inzaghi—ketika masih menangani SS Lazio (2017 dan 2019). Supercoppa Italiana sekaligus menjadi kesempatan Simo memenangi trofi pertama bersama Nerazzurri.

“Aku tahu, kami harus berlaga di sana (Supercoppa Italiana, red) dengan performa dan strategi terbaik karena Juve sedang mendapatkan grafis penampilannya lagi,’’ beber Simo di laman resmi klub. (ren/dns/eca)

Laporan JPG, Milan

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

HUT ke-242 Pekanbaru, Wako Agung Luncurkan Logo dan Uji Coba Bus Listrik

Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…

24 jam ago

68 Petugas Sensus Ekonomi Siak Resmi Dikukuhkan, Bupati Afni Tekankan Integritas dan Kejujuran

Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…

24 jam ago

Karhutla Kembali Mengganas di Rupat, Dua Helikopter Water Bombing Diterjunkan

Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…

1 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

2 hari ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

2 hari ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

2 hari ago