Suporter Indonesia saat melawan Hong Kong. Melawan Korut penonton dipastikan naik berlipat ganda. Foto: Amjad/JPNN
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Timnas Indonesia U-19 akan menjalani laga penentuan di Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 melawan Korea Utara di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (10/11).
Bermain di lapangan yang berbeda, Pelatih Fakhri Husaini optimistis pemainnya bisa bermain lebih baik lagi dan dukungan penonton bakal besar.
Sebelumya, Indonesia berhasil menang dua kali saat bermain di Stadion Madya, Senayan. Masing-masing lawannya dikalahkan oleh Skuat Garuda Asia dengan skor 3-1 saat jumpa Timor Leste U-19, kemudian menang 4-0 saat jumpa Hong Kong U-19.
Kemenangan itu ternyata membuat animo penonton untuk datang meyaksikan laga Timnas Indonesia melonjak drastis. Sampai pukul 16.00 WIB, Minggu (10/11) sudah 13 ribu lebih lembar tiket terjual.
"Penjualan luar biasa, selain ini hari libur, ya, performa dan kemenangan Timnas Indonesia U-19 di laga sebelumnya menjadikan penonton berdatangan," kata B Saputra, Media Officer Timnas U-19.
Selain itu, dia melihat magnet calon lawan yang lebih kuat dan ajakan Pelatih Timnas U-19 Fakhri Husaini juga memengaruhi kehadiran penonton. Sebagai perbandingan, saat jumpa Hong Kong U-19, hanya 3.200 penonton yang datang. Artinya, sejauh ini ada kenaikan sampai hampir lima kali lipat.
Sebelumnya Fakhri sempat mempertanyakan aksi boikot nonton Timnas Indonesia dari beberapa kelompok suporter. Penyebabnya, mereka kecewa dengan federasi yang banyak diisi orang-orang lama dan tak berkualitas di organisasi.
"Ini federasi yang dikritik, tetapi Timnas Indonesia yang diboikot, masih usia 17 tahun lagi. Mereka tidak tahu apa-apa, butuh dukungan. Kami yakin, main di SUGBK, penonton bakal lebih banyak," kata Fakhri. (dkk/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
Pemerintah perpanjang batas lapor SPT hingga 30 April 2026. Wajib pajak kini punya waktu tambahan…
Polisi musnahkan 9 rakit PETI di Inhu dan Kuansing. Pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba…
Warga Bagansiapiapi antre BBM hingga 1 jam usai Lebaran. Lonjakan konsumsi picu antrean, pemerintah pastikan…
Pemko Pekanbaru perketat kriteria bantuan pangan, namun jumlah penerima naik jadi 63 ribu KK lewat…
Lubang besar di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru membahayakan pengendara. Warga minta segera diperbaiki karena rawan…
Karhutla di Rupat Bengkalis meluas hingga 50 hektare. Kemarau, akses sulit, dan minim air jadi…