ILUSTRASI: Tim PSPS Riau.(DOFI ISKANDAR/RIAUPOS.CO)
PEKANBARU (RIAU POS.CO)- Persiapan PSPS Riau untuk laga away menghadapi pimpinan klasemen Sriwijaya FC, sedikit terkendala. Sebab jadwal latihan yang sudah diprogramkan oleh pelatih, sedikit mengalami gangguan akibat kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru.
Untuk saat ini, jadwal latihan pemain PSPS Riau masih tetap menunggu keputusan pelatih dan pihak manajemen.
''Apakah akan terus melakukan sesi latihan meski dalam kondisi kabut asap atau tidak. Semua keputusan tetap berada dipihak manajemen,'' ungkap pelatih PSPS Riau, Raja Faisal, Selasa (10/9).
Ia mengatakan, masih melakukan komunikasi dengan pihak manajemen terkait jadwal latihan pemain. "Kita masih menunggu keputusan dari pihak manajemen," katanya.
Dijelaskannya, mengingat PSPS Riau akan menghadapi laga away melawan Sriwijaya FC di liga 2 pada tanggal 17 September mendatang. Pelaksanaan latihan itu sangat penting. Namun tetap memikirkan kondisi pemain. Apakah akan mengganggu kesehatan pemain jika menggelar sesi latihan karena kabut asap.
"Kita menunggu keputusan pihak managemen dan akan berkonsultasi dengan dokter,"ucapnya.
Sementara itu, Humas dan Media Officer PSPS Riau, M Teza Taufik mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan manajemen terkait apakah pemain akan melakukan latihan atau tidak.
"Nanti kita tunggu keputusan pelatih dan pihak manajemen apakah latihan ditunda," terangnya.
Laporan: Dofi Iskandar
Editor: Firman Agus
Wako Pekanbaru perkuat peran RT/RW, utang Rp470 miliar lunas dan pembangunan tetap berjalan jelang setahun…
BNNK Kuansing gelar razia jelang Ramadan 1447 H di Telukkuantan. Tujuh orang dinyatakan positif narkoba…
Kemarau panjang sebabkan krisis air bersih di Bengkalis. Usaha galon dan laundry tutup, Perumda siapkan…
Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…
Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.