Categories: Olahraga

Serie A Bisa Berakhir Tanpa Juara, Tanpa Degradasi

MILAN (RIAUPOS.CO) – Penyebaran virus corona (Covid-19) di Italia tampaknya semakin meluas.  Buktinya, Selasa waktu setempat, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, mengumumkan bahwa semua iven  olahraga, termasuk Serie A, dihentikan untuk sementara. Tak sekadar dihentikan. 

Namun, pemerintah Italia juga melakukan karantina di seluruh negeri hingga keadaan membaik. Semua warga dilarang meninggalkan rumah kecuali ada keperluan mendesak.

Warga dan pemerintah Italia memang pantas untuk waswas.  Sebab, hingga Selasa tercatat ada 9.172 kasus yang dinyatakan  positif corona. Bahkan, 1.598 di antaranya terjadi hanya dalam 24 jam yang berujung kematian 97 orang. Total, korban jiwa menjadi 463 dan 733 lainnya dalam perawatan intensif.

 “Angka tersebut menjelaskan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam penularan (Covid-19, red). Kita harus mengorbankan sesuatu untuk kebaikan seluruh Italia,'' ucap Conte seperti dilansir La Gazzetta dello Sport.

Meski begitu, semua tim tetap diperbolehkan menggelar latihan. Beberapa tim seperti Juventus, Atalanta, Napoli, AS Roma, dan Inter Milan yang masih ada pertandingan di kompetisi Eropa, masih bisa berlaga minimal tanpa penonton, atau sesuai jadwal yang  ditetapkan melalui pertimbangan dari pemerintah.

Sedangkan mengeanai hak siar televisi, belum ada pembaruan. Pekan depan, akan ada pertemuan yang akan membahas hak-hak televisi untuk periode tiga tahun hingga 2024. Dalam pertemuan itu sangat mungkin akan jadi kesempatan untuk membahas kelanjutan hak siar musim ini.

Lantas, bagaimana nasib Serie A selanjutnya? La Repubblica melansir beberapa kemungkinan yang bisa ditempuh jika kondisi tak membaik hingga bulan depan. Yang pertama adalah menyusun ulang jadwal pertandingan untuk bulan Mei, dengan bermain setiap dua atau tiga hari. Artinya, akan ada penundaan di Coppa Italia hingga Juni atau Agustus.

 Nah, jika tetap kukuh ingin melanjutkan kompetisi hingga wabah Covid-19 mereda, sangat mungkin bisa berimbas kepada progres Italia sebagai salah satu dari 12 negara tuan rumah Euro 2020.

Yang kedua musim berakhir prematur. Ini bisa menjadi opsi terburuk. Tetapi, FIGC (Federasi Sepakbola Italia) sangat mungkin tidak akan memberikan scudetto kepada tim mana pun karena musim tidak selesai. Termasuk kepada Juventus yang saat ini jadi capolista. Tetapi tim-tim yang lolos ke Liga Champions dan Liga Europa tetap dipilih sesuai regulasi.

Sisi baiknya dari musim yang berakhir lebih dini, adalah tidak adanya klub yang degradasi. Jadi, untuk musim depan Serie A akan bermain dengan 22 tim. Itu efek dari dua tim teratas Serie B yang promosi langsung tanpa jalur play-off yang juga akan ditiadakan.

Sumber: La Gazzetta dello Sport/La Repubblica/Jawa Pos
Editor: Hary B Koriun

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

55 menit ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

1 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

1 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

1 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

2 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

13 jam ago